“Lima jembatan ini kita perbaiki melalui dana tak terduga APBD 2023,” kata Kalakhar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur Lalu Muliadi pada Lombok Post, Kamis (9/2).
Jembatan pertama yang sebelumnya rusak total dan sekarang sudah dibuka kembali adalah penghubung jalan di Desa Pringgasela Timur, Kecamatan Pringgasela. Awal Februari 2023 lalu, BPBD Lotim bersama warga setempat bergotong royong melakukan pengecoran plat jembatan.
Selanjutnya yang juga sudah bisa dilalui adalah jembatan Marang di Desa Kotaraja. Kemudian jembatan di Tetebatu Selatan dan jembatan Lingkung di Desa Tete Batu. Terakhir jembatan presak Desa Lendang Belo, Kecamatan Montong Gading.
“Jadi jembatan yang di Lendang Belo ini sudah mulai dikerjakan awal Februari lalu,” terang Muliadi.
Dari kelima jembatan tersebut, tersisa dua jembatan yang belum dapat ditangani. Jembatan itu adalah jembatan Ulem-Ulem di Desa Tetebatu dan jembatan yang menghubungkan Desa Tetebatu dengan Jeruk Manis. Kata Muliadi, kedua jembatan itu membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Anggaran perbaikan dua jembatan itu telah diajukan ke BNPB. Menurut Muliadi, permintaan bantuan perbaikan telah diajukan akhir tahun lalu. “Semoga segera keluar. Karena jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” harapnya.
Perbaikan yang bersumber dari dana tak terduga APBD 2023 ini sendiri diajukan untuk perbaikan lima jembatan dan tanggul. Totalnya sebanyak 10 paket dengan total anggaran sekitar Rp 1,2 miliar.
Dijelaskan, proses pengerjaan perbaikan dilakukan bersama masyarakat. Hal ini mengacu pada kebutuhan di lapangan. Di mana keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan. Terutama untuk mengetahui apa yang mereka inginkan.
“Karena masyarakat yang lebih tahu kondisi di sana dan apa yang mereka butuhkan,” jelas Muliadi.
Prioritas BPBD Lotim sendiri dalam rehab fasilitas umum tersebut adalah sesegera mungkin dapat mengembalikan fungsinya. Apalagi jika melihat jembatan sebagai akses utama penghubung masyarakat. Di mana dampak putusnya akses jalan penghubung tersebut dirasa sangat besar terhadap pendidikan, kesehatan, dan terutama ekonomi masyarakat. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita