Koordinator PPG Universitas Hamzanwadi Dr M Khairul Wazni dalam sambutannya menjelaskan, 332 lulusan PPG yang dikukuhkan terdiri dari 314 peserta dalam jabatan kategori 2 dan retaker tahun 2022, serta 18 peserta PPG prajabatan angkatan tahun 2021. Peserta PPG dalam jabatan menyelesaikan pendidikan selama dua sampai empat bulan.
Waktu singkat ini dikarenakan peserta PPG dalam jabatan diikuti oleh guru yang sudah mengajar atau sudah memiliki Dapodik. “Sementara peserta PPG Prajabatan berasal dari mahasiswa fresh graduate atau guru yang belum terdaftar di Dapodik. Sehingga penyelesaiannya selama dua semester atau satu tahun,” kata Wazni.
Dalam kurun waktu yang singkat, peserta PPG dalam jabatan melalui tahapan pembelajaran berupa pendalaman materi, pengembangan perangkat, dan PPL. Untuk mahasiswa PPG dalam jabatan mahasiswa melaksanakan PPL di sekolah masing-masing. Sementara mahasiswa PPG prajabatan melakasanakan PPL di sekolah mitra jenjang SD, SMP, dan SMA yang tersebar Kabupaten Lotim.
Wazni menerangkan, pada pelaksanaan PPG, dosen yang dilibatkan menjadi pengajar memiliki kualifikasi minimal lektor dan diutamakan yang sudah memiliki sertifikat dosen. “Selain itu kami juga melibatkan sumber daya dari luar kampus yaitu praktisi termasuk guru penggerak sebagai instruktur dan guru pamong,” terangnya.
Universitas Hamzanwadi hingga tahun ini telah memiliki 13 bidang studi PPG. Jumlah tersebut terdiri dari PGSD, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Biologi, Fisika, Matematika, Sosiologi, Ekonomi, Sejarah, dan Bimbingan Konseling.
“Saat ini, kami juga sudah mendapatkan izin penyelenggaraan PPG bidang studi PAUD, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Informatika berdasarkan SK NOMOR 34/E/0/2023,” pungkasnya.
Rektor Universitas Hamzanwadi Dr Sitti Rohmi Djalilah dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta PPG yang dikukuhkan. Wakil gubernur NTB itu berharap agar seluruh proses kegiatan PPG di Universitas Hamzanwadi memberikan kesan yang baik.
Di sisi lain, dia juga meminta kepada para guru yang telah memiliki sertifikat guru agar menjadikan tersebut sebagai sebuah tanggung jawab bersama. Profesi guru menjadi passion. Sehingga anak-anak yang dibina memiliki ikatan batin dengan pendidiknya.
Mantan Ketua DPRD Lotim itu juga mengajak semua guru untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. “Hal ini dapat kita lakukan dengan memberikan seluruh tenaga kita dalam mengembangkan anak-anak bangsa dan menjadi amal ibadah bagi kita,” katanya.
Di waktu yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Hamzanwadi Dr Abdullah Muzakar menyampaikan, mahasiswa PPG yang telah lulus memperoleh gelar gurunya setelah melaui proses pendidikan dan menyelesaikan dua ujian akhir, yakni UP dan UKIN. Kegiatan pengukuhan sendiri dihadiri secara langsung oleh 118 orang peserta dan diikuti secara daring via Zoom Meeting oleh 214 orang lainnya.
“Pengukuhan ini kami siarkan secara langsung melalu kanal youtube PPG Universitas Hamzanwadi dan NWDI Media Center,” terang Muzakar.
Universitas Hamzanwadi merupakan satu dari 79 LPTK di seluruh Indonesia yang menjadi penyelengara PPG. Kata Muzakar, tahun ini pihaknya dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset Dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melaksanakan lima tahap PPG. Lima tahapan itu terdiri dari tiga tahap PPG dalam jabatan dan dua tahap PPG prajabatan dengan jumlah total mahasiswa sebanyak 1.409 orang. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita