Persiapan tersebut mencakupi beberapa tawaran ide dan gagasan dalam menjalin hubungan kerja sama antar desa di negara ASEAN. Baik dalam hal kunjungan wisatawan dan juga penjualan produk lokal.
Dalam hal penjualan itu juga, pihaknya tengah mempersiapkan produk khas Kembang Kuning pada khususnya dan Lombok Timur pada umumnya. Produk tersebut berupa kopi, kerajinan, dan produk makanan olahan dan produk khas lainnya.
Menurut Sujian, kesempatan bertemu dan duduk bersama dengan desa-desa maju dari berbagai negara di Asia merupakan peluang besar. Apalagi salah satu agenda dalam Somrdpe yang digelar selama 4 hari tersebut adalah membahas bersama kemajuan dan pengembangan desa yang berkelanjutan.
“Nanti akan kami perjelas juga bagaimana kemungkinan produksi lokal kita bisa dipasarkan di badan usaha desa yang ada di desa-desa se-Asia,” jelasnya.
Kegiatan ini, kata Sujian, merupakan yang pertama kali digelar tahun ini. Di mana Indonesia mendelegasikan 9 desa yang terdiri dari tiga desa wisata, tiga desa digital, dan tiga desa satu desa satu produk atau one village one product (OVOP).
“Untuk desa wisata, selain Kembang Kuning, ada juga Desa Mangunan, Kabupaten Bantul, Jogjakarta dan Desa Sekapuk, Gresik, Jawa Timur,” terangnya.
Dijelaskan, proses seleksi sebagai peserta delegasi telah dilakukan sejak 2022 lalu. Adapun proses keberangkatan akan didukung oleh Bank NTB Syariah. Pimpinan Bank NTB Syariah Cabang Masbagik Ahmad Rizqon Sani menerangkan jika pihaknya akan memberikan dukungan pada Desa Kembang Kuning berupa fasilitas pendamping atau UMKM Kembang Kuning yang akan mengikuti kegiatan ini. “Mulai dari akomodasi dan transportasi,” jelas Rizqon.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mendukung stand pameran produk desa dalam gelaran tersebut. Dengan tujuan untuk meningkatkan kunjungan peserta, Bank NTB Syariah juga akan membantu mendesain stand pameran yang tidak hanya berisi produk UMKM Kembang Kuning, tapi juga UMKM NTB. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita