LombokPost--Tim Pengabdi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) bekerja sama dengan Puskesmas Jerowaru dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur menggelar program pemberdayaan kader dan ibu dengan anak di bawah usia dua tahun (baduta). Ini dalam upaya pencegahan dan pengendalian stunting.
Diharapkan, Jerowaru sebagai perwakilan Kabupaten Lombok Timur dapat menjadi percontohan untuk kecamatan lain.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada kader dan ibu tentang pentingnya pencegahan stunting serta cara yang tepat dalam penyediaan makanan pendamping ASI berbasis menu lokal Lombok sesuai usia anak. Hal tersebut selaras dengan tujuan SDGs kedua yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi.
Acara dilaksanakan Jumat (29/9) lalu diikuti kader dan ibu yang memiliki anak baduta dari berbagai desa di Jerowaru.
Ketua Tim Pengabdi FIK UI, Dr. Fajar Tri Waluyanti, S. Kp., M.Kep., Sp.Kep.An. dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi antara akademisi dalam hal ini FIK UI dan masyarakat dalam upaya memerangi stunting, yang saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat.
Kepala Puskesmas Jerowaru, Munawir Subhan, S.KM. memaparkan peran penting pencegahan stunting dalam pembangunan kesehatan masyarakat setempat. Acara ini diharapkan memberikan inspirasi bagi para peserta yakni kader kesehatan dan ibu baduta untuk terlibat aktif dalam pencegahan stunting.
Sejarah, S.Sos., MM, kepala DP3AKB Lombok Timur menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam mencegah stunting, sebagai langkah strategis untuk memutuskan mata rantai stunting.
Dr. Nani Nurhaeni, MN, wakil dekan II Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, yang mewakili universitas, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini. Dia mengajak semua pihak bersama-sama berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita anak Indonesia yang sehat dan cerdas.
Selain itu, Nani Nurhaeni yang dengan semangat membuka secara resmi kegiatan pengabdian masyarakat ini berharap agar kerjasama antara FIK UI dan Lombok Timur terus berkembang, sebagai langkah konkret dalam menghadapi tantangan stunting.
Acara inti dimulai dengan pemaparan mengenai stunting dan strategi pencegahannya oleh Fajar Tri Waluyanti. Peserta kemudian diajak menonton video yang inspiratif tentang pembuatan MPASI berbasis menu lokal Lombok yang telah dipersiapkan oleh tim pengabdi FIK UI, sebagai ilustrasi nyata tentang cara pemberian makanan pendamping ASI yang benar dan mudah.
Suasana kegiatan semakin hidup ketika peserta dengan antusias terlibat dalam lomba untuk menuliskan menu masak makanan keluarga, belanja bahan MPASI lokal dan pembuatan tekstur MPASI berdasarkan usia anak. Lomba ini mendapatkan 3 pemenang yang berhak mendapatkan hadiah dari tim pengabdi FIK UI sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas dan kecakapan mereka. Peserta juga dibagikan buku Resep MPASI Khas Lombok atau disebut dengan Rempah Lombok yang disusun oleh pengabdi FIK UI sebagai panduan ibu dalam menyiapkan makanan bagi baduta berbasis menu lokal daerah Lombok.
Para peserta tak hanya antusias, namun juga penuh rasa syukur karena telah mendapatkan pengetahuan baru yang berharga tentang makanan pendamping ASI, yang akan mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari bersama anak-anak mereka.
Terakhir, kepala Puskesmas Jerowaru mengingatkan kegiatan ini tidak sekadar menjadi momen berharga, melainkan sebagai awal dari sebuah perjalanan panjang dalam menjaga kerjasama yang baik antara FIK UI dan Lombok Timur. Kerja sama ini, diharapkan akan menjadi tonggak berarti dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan penuh potensi di masa depan.
Anggota Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI terdiri dari Fajar Tri Waluyanti, Agus Setiawan, Nani Nurhaeni, La Ode Abd. Rahman, Ayuni Rizka Utami, Astuti, Syamikar Baridwan Syamsir, Emilia Annuri Mumtazah, Baiq Fitri Prismalita, dan Maya Sari. (ksj)
Editor : Kimda Farida