LombokPost-Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf dan Hibah (Lazah) Nahdlatul Wathan (NW) siap menjadi lembaga amil zakat terbesar di Indonesia dan imbangi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
”Kita ingin Lazah NW ini bisa seperti Dasi, Lazah Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan Baznas. Tapi semua itu tidak bisa simsalabim tentu semuanya butuh proses,” terang Ketua Lazah NW Pusat TGH Zakaria, Minggu (26/5).
Diakui, sejauh ini izin operasional Lazah NW tingkat nasional belum ada dan masih bernaung di bawah organisasi NW.
Sehingga hal ini mengakibatkan pengurus Lazah belum bisa bergerak secara bebas untuk mengumpulkan zakat, infak dan sedekah.
Yang ada baru izin pengelolaan wakaf.
Sejak berdirinya Lazah berbagai program telah dilakukan. Mulai dari kegiatan santunan bencana, bakti sosial, bantuan kemanusiaan ke Palestina dan beberapa kegiatan sosial lainnya.
Bahkan saat ini Lazah NW tengah menggencarkan program makan gratis untuk guru-guru pondok pesantren setiap hari.
Sementara itu, Pengurus Lazah NW Provinsi NTB Sayuti menambahkan, di NTB ada dua kabupaten yang belum memiliki pengurus Lazah yakni Kabupaten Bima dan Kota Bima.
Dengan adanya warga NW di pemerintah saat ini diakui akan mempermudah Lazah NW dalam mengumpulkan infak, sedekah dan zakat.
”Kita akan selesaikan semua kepengurusan di masing-masing daerah dulu. Setelah itu kita mulai fokus bergerak,” katanya. (par/r11)
Editor : Kimda Farida