LombokPost-Keberadaan program Dapur Sehat (Dashat) di Lombok Timur (Lotim) diharapkan dapat menurunkan angka stunting.
Untuk itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) memberikan pembekalan kepada kader pengelola Dashat yang ada di masing-masing Kampung KB.
”Hari ini kita melakukan orientasi pengelola Dashat di Kampung KB,” terang Pj Kabid Pengendalian Penduduk dan Penggerakan Masyarakat DP3AKB Lotim L Muhammad Anwar, Senin (27/5).
Melalui orientasi Dashat, perilaku sasaran keluarga RISIKO stunting diharapkan bisa berubah.
Terutama dalam mengelola makanan yang dikonsumsi, dari keluarga rentan, ibu hamil, balita dan ibu menyusui.
Karena, jika pola konsumsinya salah, akan mengakibatkan anak stunting.
Selama ini, pola konsumsi makanan yang diterapkan keluarga risiko stunting banyak mengonsumsi makanan yang tidak bergizi dan tidak seimbang.
Tidak memilih bahan makanan yang sehat.
”Nanti kader akan mengajarkan masyarakat, terutama keluarga risiko stunting ini, bagaimana mengolah makanan yang ada di sekitar untuk bisa mendapatkan gizi seimbang,” katanya.
Melalui pendampingan kader pengelola Dashat ini, masyarakat diharapkan bisa lebih kreatif dalam membuat makanan. Dari makanan yang sebelumnya tidak disukai anak, menjadi disukai dan kaya akan gizi.
Disebutkan, jumlah keluarga risiko stunting dalam kurun waktu tiga tahun ini terus mengalami penurunan. Tahun 2021 jumlahnya sebanyak 152 ribu; 2022 turun menjadi 96 ribu; dan 2023 menjadi 79 ribu.
”Keluarga risiko stunting ini memiliki resiko untuk melahirkan anak-anak yang stunting. Makanya kita harus tangani keluarga risiko stunting ini,” ujar. (par/r11)
Editor : Redaksi Lombok Post