LombokPost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) membentuk 21 sekolah lanjut usia (lansia).
Sekolah ini bertujuan menciptakan lansia tangguh pada tahun mendatang.
”Jadi tidak menjadi beban pemerintah di masa mendatang,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim H Ahmat, Kamis (30/5).
Angka harapan hidup di Lotim rata-rata 65-70 tahun.
Untuk itu melalui materi-materi yang diberikan di sekolah lansia bisa membentuk lansia tangguh.
Baik dari sisi kesehatan, pengetahuan, pola hidup sehat dan makanan. Dengan begitu lansia di Lotim bisa lebih produktif.
Jumlah lansia di Lotim yang terdaftar tahun ini sebanyak 8 ribu lebih.
Target sekolah lansia masing-masing kabupaten hanya satu sekolah.
Namun Lotim telah membentuk sekolah lansia di masing-masing kecamatan.
Ini untuk mempermudah akses lansia di masing-masing kecamatan.
”Sekolah lansia yang sudah kita bentuk 21 kecamatan. Tetapi yang kita fokuskan untuk pendanaan saat ini baru satu dulu sebagai replikasi nanti,” imbuhnya.
Sekolah lansia ini juga dilengkapi dengan buku panduan dan kurikulum.
Setiap bulan ada satu pertemuan dan setiap enam bulan akan di wisuda.
Sekali wisuda ditargetkan mencapai seribu lansia.
Sasaran sekolah lansia yakni lansia yang tidak berpendidikan atau berpendidikan rendah.
Salah satu materi pendampingan sekolah lansia yakni tentang gaya hidup, yang bertujuan agar lansia tidak menjadi beban keluarga, pola hidup, keagamaan dan berbagai materi lainnya.
Tahun 2025 ke atas, lansia yang mengikuti program ini diharapkan bisa menjadi lansia tangguh dan sehat.
Pj Bupati Lotim H M Juaini Taofik menambahkan, semua siklus kehidupan harus tertangani, tidak hanya bayi dan anak-anak, lansia juga harus mendapatkan perhatian.
”Melalui sekolah lansia mereka diberikan pemahaman terkait penyakit yang kerap terjadi pada lansia. Seperti darah tinggi. Dan beberapa materi lainnya juga akan diberikan di sana,” tandasnya. (par/r11)
Editor : Kimda Farida