LombokPost-Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan saat ini sudah memasuki tahap uji alir dari sumber mata air Tibu Krodet, menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur.
”InsyaAllah minggu terakhir Juni sudah beroperasi SPAM pantai selatan maupun SPAM Sembalun. Kalau pembangunan fisiknya semuanya sudah selesai,” terang Kepala Dinas PUPR Lotim, Kamis (30/5).
IPA Kotaraja saat ini juga telah terpenuhi 50 persen dari kapasitas umumnya.
Ditargetkan musim kemarau tahun ini masyarakat selatan, khususnya di Kecamatan Jerowaru sudah tidak kesulitan air bersih lagi.
Kendati demikian, debit air yang akan disalurkan tidak sebesar yang direncanakan sebelumnya sebesar 150 liter per detik.
Namun yang bisa terealisasi baru 60 liter per detik. Kecilnya debit air karena dua mata air yang direncanakan akan diambil, tidak mendapatkan izin dari masyarakat.
”Untuk tahap awal ini kita hanya bisa melayani kecamatan Jerowaru saja dulu dengan kurang lebih 2 ribu sambungan rumah,” imbuhnya.
Memenuhi kapasitas 150 liter per detik tersebut, saat ini Pihaknya telah mendapat dua tambahan sumber mata air.
Dua sumber mata air ini berada di lahan pemkab, sehingga dipastikan tidak ada resistensi dari masyarakat.
Dua SPAM ini akan diserahkan kepada Pemkab Lotim Juni mendatang.
SPAM Sembalun nantinya dikelola Pamdesma sehingga PUPR akan melakukan pendampingan terlebih dahulu selama dua tahun.
Sedangkan untuk SPAM Pantai Selatan pendampingan akan dilakukan selama satu tahun, sebelum diserahkan pengelolaannya kepada PDAM.
Sekretaris Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Lotim Siti Nuria Jouharotil menambahkan, saat ini masyarakat wilayah selatan khususnya di Kecamatan Jerowaru sudah mulai kesulitan air bersih.
”Iya di bagian selatan sudah mulai mengalami kekeringan. Tidak hanya air bersih untuk rumah tangga saja tapi juga untuk pertanian,” terangnya. (par/r11)
Editor : Kimda Farida