LombokPost-Sebanyak 3.720 petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) di Lombok Timur (Lotim) mulai melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.
Pencoklitan dimulai dengan mendatangi rumah tokoh-tokoh di Lotim.
Salah mantan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah atau Umi Rohmi di Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong.
“Pada hari pertama ini kita mulai dari rumah tokoh-tokoh masyarakat Lotim seperti pj bupati, Umi Rohmi, dan beberapa tokoh lainnya,” kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Lotim Muliadi, Senin (24/6).
Satu orang pantarlih mendatangi lima keluarga dalam pelaksanaan coklit.
Pelaksanaan coklit dilakukan selama satu bulan ke depan, dimulai 24 Juni sampai 24 Juli 2024.
Namun, KPU menargetkan proses coklit akan tuntas selama tiga minggu ke depan.
Satu minggu akan disisakan bagi pengawas untuk memberikan hasil pengawasan di lapangan.
“Seluruh perlengkapan coklit sudah kami distribusikan ke pantarlih. Kami pastikan tidak ada lagi kendala bagi pantarlih untuk melakukan tugas mereka. Kami harap proses coklit berjalan dengan aman dan lancar,” harap Muliadi.
Disebutkan, jumlah penduduk Lotim yang memenuhi syarat sebagai pemilih pada pilkada mendatang sebanyak 970.000 lebih.
Angka tersebut bersumber dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Diperkirakan jumlah pemilih pada pilkada mendatang lebih tinggi dari pemilu lalu. Partisipasi pemilih juga diharapkan bisa lebih meningkat dari pilkada maupun pemilu lalu.
Sementara itu, salah satu tokoh Lotim Hj Siti Rohmi Djalilah berharap pilkada mendatang bisa berjalan lancar.
Pesta demokrasi diharapkan bisa menjadi pesta yang membahagiakan masyarakat NTB.
“Semoga semua masyarakat NTB bisa menggunakan hak pilihnya. Jangan sampai ada yang golput, pastikan diri sudah terdaftar di daftar pemilih agar bisa menggunakan hak pilihnya,” terang mantan wakil gubernur NTB ini.
Pilkada tahun ini harus lebih baik dan lebih adem lagi dari tahun sebelumnya.
Sehingga masyarakat bisa lebih adem dan nyaman menjalaninya.
Menurut wanita yang dipastikan akan mencalonkan diri sebagai gubernur NTB pada pilkada nanti, pilkada adalah hal yang biasa terjadi. Namun diharapkan tidak ada protes yang dapat menimbulkan keributan. (par/r1)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post