LombokPost--Proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Lombok Timur (Lotim) sudah mencapai 71,80 persen.
Pada Minggu kedua Juli, ditargetkan hasil coklit sudah 100 persen.
”Ini lebih cepat dari perkiraan kami,” terang Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Lotim Suriyadi, Kamis (4/7).
Dari 21 Kecamatan, rata-rata hasil coklit sudah mencapai di atas 50 persen. Bahkan sejumlah kecamatan sudah tembus 81 persen.
Seperti Kecamatan Aikmel dan Lenek. Paling rendah capaian coklit masih di angka 61 persen.
Dengan progres tersebut, minggu kedua Juli semua kecamatan ditargetkan mencapai 100 persen. Sehingga sisa waktu yang ada bisa digunakan untuk pencermatan kembali.
Kata dia, capaian ini tidak terlepas dari upaya yang dilakukan Pantarlih. Bahkan di lapangan apa yang dilakukan Pantarlih di luar ekspektasi KPU.
Seperti melakukan coklit di tengah laut. Mengingat sejumlah warga tinggal di keramba apung dan mendatangi warga yang tinggal di pelosok-pelosok desa.
”Kami sangat mengapresiasi seluruh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih yang bekerja dengan baik dan maksimal,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KPU Lotim Suaidi Mahsun meminta masyarakat ikut serta mengawasi proses coklit.
Mengingat jumlah SDM yang dimiliki Bawaslu jumlahnya terbatas. Proses coklit merupakan tahapan penting dalam Pilkada, untuk menjaga hak pilih.
”Masyarakat harus jeli. Bila perlu laporkan pada pengawas setempat atau PKD yang ada di desa/kelurahan, jika ada Pantarlih yang tidak melakukan tugasnya sesuai aturan,” katanya .
Bahkan, Bawaslu telah menyediakan posko-posko aduan masyarakat kawal hak pilih di setiap sekretariat Panwascam dan PKD yang ada di desa/kelurahan.
Ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan menjamin hak pilih masyarakat.
Keberadaan posko ini juga sebagai upaya Bawaslu dalam memberikan ruang bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai permasalahan yang ditemukan selama proses Coklit.
”Kami akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk demi menjaga integritas proses Pilkada serentak 2024,” tandasnya. (par/r11)
Editor : Kimda Farida