LombokPost-Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Lombok Timur (Lotim) mulai dibangun.
Pembangunan ini menelan anggaran Rp 8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Koperasi dan UMKM.
”Pembangunan fisiknya Rp 5 miliar lebih. Sisanya untuk sarana dan prasaran,” kata Pj Bupati Lotim H M Juaini Taofik, Selasa (16/7).
Dari ribuan UMKM yang ada di Lotim, 65 persen bergerak di usaha pengolahan makanan. Sehingga keberadaan PLUT akan menjadi kontrol.
Terutama bagi UMKM yang akan memasarkan produknya ke lintas daerah.
”Jadi nanti produk-produk yang dipasarkan akan dikontrol dulu di sini,” imbuhnya.
PLUT akan dilengkapi sejumlah fasilitas. Seperti ruangan pelatihan, pengemasan dan terkoneksi dengan Mall Pelayanan Publik (MPP).
Sehingga produk-produk yang keluar dari PLUT sudah dilengkapi sertifikat halal, izin dan kemasan yang menarik.
Selain UMKM yang bergerak di bidang makanan, PLUT ini juga menampung UMKM yang bergerak di bidang kerajinan, anyaman, tenun dan lainnya.
Diharapkan kehadiran PLUT dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas UMKM Lotim. Sehingga bisa bersaing dengan produk-produk modern dari luar daerah.
”Nanti di PLUT ini kita akan latih pengemasan yang baik. Siapa tahu bisa dikirim ke luar negeri juga. Mudah-mudahan ini bisa menjadikan UMKM kita semakin maju,” tandasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lotim Safwan menyampaikan, UMKM dengan modal usaha sekitar Rp 1 miliar merupakan tugas dan tanggung jawab kabupaten untuk memberikan pendampingan dan pembinaan.
Keberadaan PLUT ini akan menjadi rumah bagi semua UMKM di Lotim.
Keberadaan PLUT ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru di Lotim. Terutama tenaga-tenaga yang akan mengoperasikan fasilitas yang ada.
Ia memastikan PLUT bisa diakses semua kalangan.
”Mudah-mudahan apa yang kita harapkan ini bisa berjalan dengan baik. Kemudian bisa berfungsi sebagaimana yang kita harapkan pada hari ini,” katanya. (par/r11)
Editor : Kimda Farida