LombokPost--Terduga pelaku penculikan anak di Lombok Timur (Lotim) berhasil ditangkap Polres Lotim.
Korbannya bernama Amira Zahida Febriana Sabani, 1,7 tahun yang sempat hilang di Taman Rinjani Selong, sekitar Pukul 18.30 Wita, Selasa, (17/9).
“Iya betul, terduga pelaku berhasil ditangkap tadi di Kecamatan Sakra Barat. Terduga pelaku berinisial AD, 43 tahun seorang perempuan warga Kecamatan Sakra Barat,” terang Kasi Humas Polres Lotim Iptu Nicolas Oesman, Rabu (18/9).
Korban sendiri merupakan anak pasangan dari Amniyatul Mukarram dan Siti Zuhron, warga Batu Belek, Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Lotim.
Korban dilaporkan hilang saat ibunya sedang berjualan minuman di Taman Rinjani Selong.
Korban sempat dilaporkan ke Polres Lotim, KPAI dan disiarkan melalui media sosial Facebook.
Baca Juga: Kemenkumham NTB Gelar Diskusi, Bahas Analisis Implementasi Permenkumham tentang Timpora
Penangkapan AD bermula dari kecurigaan warga di sekitar tempat tinggal terduga pelaku yang heran karena melihat ada anak kecil berada di rumahnya.
Sebab terduga pelaku diketahui selama ini belum memiliki anak.
Kecurigaan warga itu semakin diperkuat dengan adanya berita tentang penculikan anak yang tersebar luas di Facebook.
Wajah anak yang ada di rumah pelaku juga mirip dengan postingan di Facebook tersebut.
“Warga sekitar kemudian melaporkan kepada Sekdes desa setempat. Kemudian menghubungi orang tua korban via pesan Facebook,” katanya.
Berdasarkan keterangan terduga pelaku, bahwa pada Selasa sore (17/9), terduga pelaku jalan-jalan di taman Rinjani Selong.
Terduga pelaku kemudian membeli teh pucuk di tempat jualan ibu korban.
Terduga pelaku kemudian bertemu dengan korban.
Korban kemudian diajak bermain dan dibawa jalan-jalan di sekitar tempat ibunya berjualan.
Namun, selang beberapa menit kemudian terduga pelaku akhirnya membawa kabur anak tersebut dan pulang ke rumahnya.
“Setelah mendapatkan informasi rumah terduga pelaku. Kepolisian bersama Pemdes langsung mendatangi rumah terduga pelaku dan mengamankannya ke Polsek Sakra Barat. Sementara korban langsung dibawa oleh keluarganya,” jelasnya.
Terduga pelaku tinggal seorang diri di rumahnya karena ditinggalkan suaminya bekerja di Kalimantan.
Pelaku terobsesi terhadap anak kecil, lantaran seringkali beralasan kepada keluarganya bahwa dirinya sedang hamil dan memiliki anak namun sampai sekarang belum juga memiliki anak. (Par)
Editor : Kimda Farida