M Arif Qurdi, merupakan satu dari tiga santri Pondok Pesantren (Ponpes) Baiturrahim Kabar, Lombok Timur, yang berprestasi.
Meski berasal dari keluarga sederhana, Qurdi mampu melanjutkan pendidikannya ke Al Azhar Kairo, Mesir pada tahun ini. Berikut ulasannya.
-------------
Di tengah gemuruh tepuk tangan puluhan santri dan guru-guru kepada tiga orang santri yang duduk di panggung aula, sosok Fauziah terlihat duduk mematung.
Pandangannya tak berpaling dari anak muda di atas panggung. Sesekali ia menyeka air mata yang menetes dari pipinya.
Fauziah belum percaya dengan apa yang dilihat di depannya.
Seakan mimpi di siang bolong. Putra sulungnya bisa berangkat untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, di tengah keadaan ekonomi keluarga yang sangat pas-pasan.
Putra Fauziah, yakni M Arif Qurdi, merupakan salah satu santri Ponpes Baiturrahim Kabar, yang akan melanjutkan pendidikannya ke Al Azhar Kairo tahun ini.
Fauziah terharu melihat tekad dan niat dari anaknya untuk mewujudkan mimpinya menuntut ilmu ke Kairo.
”Sejak MTs Qurdi ingin sekolah di Mesir. Tapi kami tidak berani mengiyakan karena kondisi ekonomi,” kata Fauziah.
Kata dia, keinginan Qurdi kuliah di Mesir semakin besar setelah lulus dari MTs dan melanjutkan pendidikannya di MA Baiturrahim.
Untuk membuktikan niatnya, ia memilih untuk mondok agar lebih fokus menimba ilmu agama, sebagai bekal kuliah di Al Azhar Kairo.
Melihat perjuangan dan kegigihan putranya, Fauziah bersama suaminya M Iduk Bakri, tidak bisa menolak keinginan putranya.
Niat baik itu membuat sang ayah semakin semangat bekerja. Meskipun gaji yang didapatkan pas-pasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
”Kami sadar kondisi ekonomi kami kurang, tapi kami tidak pernah sampai melarang dan tidak mengizinkan. Kami selalu bilang, doakan saja kami supaya bisa menyisihkan uang untuk biaya sekolah,” katanya.
Fauziah sadar, pekerjaan suaminya hanya buruh angkut pupuk dengan penghasilan tidak menentu.
Bahkan, kondisi ekonomi yang serba pas-pasan itu membuatnya sering menerima cibiran dari tetangganya. Terkait niat anaknya yang ingin sekolah ke luar negeri.
”Banyak yang meremehkan. Tapi itu kami jadikan sebagai semangat. Setiap waktu saya berdoa agar bisa mewujudkan mimpi anak kami yang sangat mulia itu,” katanya.
Namun, hitungan manusia tentu berbeda dengan hitungan Allah.
Setelah menempuh pendidikan di MA Baiturrahim, rezeki yang dikumpulkan orang tua dan gigihnya Qurdi menuntut ilmu di Ponpes Baiturrahim, membawanya ke Al Azhar Kairo.
Sementara itu, M Arif Qurdi menyampaikan, ia ingin melakukan perjuangan guru-gurunya dalam memberi manfaat ilmu untuk orang banyak.
Semangat ini membuat Qurdi, selama mondok tiga tahun, membuatnya mampu menghafal 15 Juz Al-Quran dan puluhan hadis.
Ini menjadi modalnya masuk Al Azhar Kairo tanpa tes
”Mudah-mudahan perjalanan kami lancar dan dimudahkan segala urusan. Sehingga sepulang dari Mesir kami bisa berbagi ilmu kepada adik-adik kami di Ponpes Baiturrahim dan melanjutkan estafet pejuang pondok ini,” tutupnya. (supardi/r11)
Editor : Kimda Farida