LombokPost-Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Wanasaba, Sejak Kamis-Jumat lalu, mengakibatkan satu atap ruang belajar SMA 1 Wanasaba ambruk.
Kondisi ini membuat para siswa terpaksa harus belajar di lab sekolah.
”Kejadiannya di saat sekolah sedang sepi pada Jumat (6/12) sekitar pukul 18:00 Wita. Selesai magrib saya ditelepon penjaga sekolah bahwa atap sekolah ambruk,” terang Kepala SMAN 1 Wanasaba Jumaah, Sabtu (7/12).
Ruangan belajar yang ambruk ini kondisinya memang sudah lapuk karena termakan usia.
Kayu dan atapnya sudah patah di beberapa bagian. Meski demikian, ruangan itu terpaksa tetap dimanfaatkan untuk belajar, lantaran tidak ada lagi kelas yang bisa digunakan.
Atap yang ambruk tersebut juga mengakibatkan meja dan bangku belajar siswa ikut rusak tertimpa atap bangunan.
Sebelumnya pihak sekolah sudah mengajukan perbaikan bangunan tersebut bersama 10 ruangan belajar lainnya yang kondisinya juga sangat memprihatinkan. Namun belum terealisasi.
“Sebelumnya kami sudah wanti-wanti kejadian ini. Makanya ketika hujan kami pindah anak-anak belajar ke Lab. Kami sudah ajukan 10 ruangan untuk tahun 2025. Rata-rata 10 ruangan itu sangat memprihatinkan, karena sejak dibangun pada tahun 2006 lalu, tidak pernah direnovasi lagi,” imbuhnya.
Disebut, total ruangan belajar di SMAN 1 Wanasaba sendiri sebanyak 30 ruangan.
Namun jumlah tersebut diakui belum bisa menampung para siswa yang jumlahnya mencapai 1.050 orang. Sehingga sebagian siswa harus belajar di lab komputer dan musala.
Selain ruangan belajar, SMAN 1 Wanasaba juga kekurangan ruangan guru.
Banyaknya siswa yang sekolah di SMAN 1 Wanasaba ini salah satunya disebabkan oleh zonasi.
Diharapkan bangun yang rusak tersebut bisa segera ditangani oleh pihak terkait, demi kelancaran proses belajar mengajar.
”Saat ini anak-anak sedang semester, jadi terpaksa harus semester di lab komputer. Memang kurang efektif dan anak-anak juga kurang nyaman harus belajar di lab karena tidak ada bangku dan meja. Ruangan yang ambruk ini diisi 36 orang siswa kelas XI,” katanya. (par/r11)
Editor : Kimda Farida