Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkab Lotim Luncurkan Program Gerakan Orang Tua Asuh untuk Cegah Stunting

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 20 Desember 2024 | 23:00 WIB

 

CEGAH STUNTING: Pj Sekda Lotim H Hasni saat memberikan bantuan makanan secara simbolis kepada orang tua anak stunting di Lotim, Kamis (19/12).
CEGAH STUNTING: Pj Sekda Lotim H Hasni saat memberikan bantuan makanan secara simbolis kepada orang tua anak stunting di Lotim, Kamis (19/12).
 

LombokPost-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) melaunching program gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting). Program ini melibatkan semua OPD, organisasi keagamaan, hingga forum media di Lotim dalam rangka percepatan penurunan stunting.

”Program ini merupakan lanjutan atau peningkatan dari kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh Pemkab Lotim dalam rangka penurunan stunting secara masif,” terang Pj Sekda Lotim H Hasni, Kamis (19/12).

Program ini juga merupakan arahan langsung dari pemerintah pusat. Di mana pada akhir 2024 dan tahun-tahun berikutnya, semua keluarga stunting atau anak stunting harus memiliki orang tua asuh. Fungsinya mendampingi dan bertanggung jawab terhadap perkembangan anak.

Menindaklanjuti arahan tersebut, dalam waktu dekat ini Pemkab Lotim juga menyiapkan surat edaran kepada semua OPD, organisasi, dan sekolah-sekolah untuk mengambil bagian dalam penanganan stunting di Lotim atau menjadi orang tua asuh. Mengingat jumlah stunting di Lotim yang harus diselesaikan masih cukup besar, yakni 8.388 anak.

”Kalau Pemkab Lotim sudah menyiapkan  anggaran yang tersebar di beberapa OPD. Misalnya di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) saja kita berikan anggaran Rp 14 miliar. Kemudian di semua Puskesmas kita siapkan anggaran untuk makan bergizi,” jelasnya.

Melalui program ini semua elemen kelompok maupun perorangan diharapkan berperan aktif dalam penanganan stunting. Keberadaan orang tua asuh ini, selain memberikan bantuan makanan kepada sasaran. Namun juga ikut memantau perkembangan anak setiap saat.

Kepala DP3AKB Lotim H Ahmat menambahkan, anak-anak stunting ini nantinya akan dibagi rata kepada masing-masing orang tua asuh, dari instansi, organisasi, pondok pesantren (Ponpes) maupun perorangan, untuk diberikan perhatian.

”Jadi kalau kita bagi rata kepada semua orang tua asuh, tidak banyak yang harus diperhatikan. Maka kita yakin dengan gerakan ini kasus stunting kita akan cepat tuntas,” ujarnya.

Disebut selama ini berbagi program telah dilakukan Pemkab Lotim dalam hal ini DP3AKB Lotim untuk penanganan stunting, namun program itu diakui bukan tidak berjalan. Hanya saja target secara nasional pada tahun 2024 sebesar 14 persen belum terpenuhi.

Keberadaan program Genting ini diharapkan dapat memberikan semangat kepada semua OPD maupun individu untuk lebih gencar dalam menangani kasus stunting. ”Jadi sekarang melalui program ini semua bergerak, tidak hanya fokus di DP3AKB atau Kesehatan. Namun semuanya bisa mengambil peran,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN NTB Lalu Makripuddin menyampaikan program penanganan stunting di NTB sudah sangat banyak, namun belum maksimal. Kendati demikian penurunan stunting di NTB cukup besar yakni 8,1 persen.

”Program genting ini sebenarnya kan sudah dari dulu kita lakukan. Seperti dengan melibatkan universitas, organisasi dan hasilnya cukup bagus. Kalau berdasarkan data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGM) kasus stunting kita sudah di bawah 10 persen. Mudah-mudahan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang dilakukan saat ini tidak jauh beda dengan E-PPGM,” tutupnya. (par/r11)

Editor : Redaksi Lombok Post
#keluarga #perkembangan #pemkab #Forum #Berencana #penurunan #Lotim #Percepatan #Stunting