LombokPost-Salah seorang wartawan Selaparang TV, Baiq Silawati, mendapatkan intimidasi dan perampasan kamera secara paksa.
Peristiwa ini terjadi saat korban meliput dapur sehat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Yayasan Buak Ate Kembang Mate, Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Rabu (15/1).
”Saya disuruh menghapus video-video yang saya ambil saat itu. Tetapi saya tidak mau. Kemudian dia ambil kamera saya dan langsung menghapus video yang sudah saya ambil,” terang Baiq Sila.
Kejadian bermula, saat dirinya melakukan peliputan dan mengambil gambar terkait kondisi dapur sehat.
Saat itu kondisi dapur sedang becek dan petugas dapur tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) selama beraktivitas di dapur.
Sebelum melakukan peliputan, dirinya sempat meminta izin kepada salah seorang penanggung jawab, untuk meliput kegiatan di dapur sehat yang ada di lingkungan yayasan milik mantan Bupati Lotim H M Sukiman Azmy itu.
”Saat saya mengambil gambar, saya diminta masuk ke satu ruangan dan dijelaskan bahwa tidak boleh meliput kegiatan di dapur karena kondisi dapur dan karyawan belum siap,” ungkapnya.
Saat berada di ruangan, dirinya berkali-kali diminta menghapus video yang sudah diambil tersebut.
Namun Sila berusaha mempertahankan video yang sudah diambil. Serta menjelaskan proses penghapusan gambar harus melalui redaksi.
Namun oknum petugas ngotot meminta video dihapus. Hingga akhirnya kamera yang digunakan diambil paksa dan video-video itu dihapus.
Sementara itu, Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Unit Pelayanan Program MBG Yayasan Buak Ate Kembang Mate Agamawan Salam menyampaikan, saat kejadian dirinya sudah menjelaskan kepada Baiq Sila.
Berdasarkan arahan dari pemerintah pusat, media belum diperbolehkan meliput kegiatan di dapur sehat program MBG.
”Saat itu mbak Sila tiba-tiba masuk ke dapur tanpa konfirmasi ke kami terlebih dahulu. Kemudian saya panggil dan suruh masuk ke ruangan untuk menjelaskan SOP kami di dapur sehat,” terangnya.
Ia membantah dirinya melakukan intimidasi terhadap Baiq Sila.
Namun dirinya hanya meminta video-video yang sudah diambil agar dihapus karena dinilai tidak layak tayang.
Mengingat kondisi dapur saat itu belum siap dan pekerja sedang tidak memakai APD.
Ia juga mengaku sempat meminta secara baik-baik kepada Sila agar menghapus video itu sendiri.
Bahkan ia menawarkan nomor kontaknya untuk koordinasi saat peliputan setelah dapur dan pekerja siap. Agar Video yang didapatkan lebih bagus dan mengganti video yang dihapus.
”Saya tidak pernah mengintimidasi dan merampas secara paksa kamera Mbak Sila. Saya hanya ambil kamera itu dan menghapus videonya,” dalihnya.
Disebutkan salah satu alasan tidak diperbolehkan media melakukan peliputan di dapur sehat, karena program MBG di Lotim masih dalam tahap uji coba dan baru menyasar 3.500 siswa di Kecamatan Sakra.
Sehingga dikhawatirkan pemberitaan dapat menimbulkan kecemburuan bagi sekolah yang lain.
”Saya hanya menjalankan tugas dan instruksi dari pusat. Kalau meliput MBG silakan ke sekolah,” tandasnya.
Sementara itu, Rahman Firdaus Pimpinan Redaksi Selaparang TV mengaku bahwa dirinya yang menugaskan Baiq Sila untuk meliput kondisi dapur sehat tersebut.
Namun tiba-tiba ia mendapat telepon, bahwa kamera dan video wartawannya itu dihapus salah seorang petugas di dapur sehat.
Terkait maslah ini, pihak Selaparang TV akan melakukan koordinasi dengan semua organisasi wartawan di Lotim sebelum dibawa ke ranah hukum.
Agar hal serupa tidak terjadi lagi kepada jurnalis di Lotim. (par/r11)
Editor : Kimda Farida