LombokPost-Jembatan Bendungan Ulem-Ulem, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur yang ambruk, tidak kunjung diperbaiki. Jembatan ini ambruk akibat derasnya air dari bendungan pada 2022 lalu.
”Kami dan masyarakat desa yang lain di sekitar Desa Tetebatu sangat merasakan dampak dari rusaknya jembatan ini. Kalau mau ke dusun yang ada di barat jembatan terpaksa harus keliling dari Desa Tetebatu Selatan,” terang Kepala Desa Tetebatu Sabli, Kamis (16/1).
Sejak ambruknya jembatan tersebut, masyarakat sekitar membangun jembatan alternatif di sebelah utara menggunakan bambu dan kayu, untuk memudahkan akses warga. Namun jembatan itu diakui jarang digunakan warga. Terlebih pada saat musim hujan, mengingat kondisi jembatan yang licin.
Kata dia, belum terbangunnya jembatan lantaran proposal yang diajukan Pemdes Tetebatu kurang lengkap. Namun berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Lotim, proposal tersebut telah dilengkapi dan segera ditindaklanjuti.
”InsyaAllah tahun ini akan dibangun. Mudah-mudahan jembatan itu segera terealisasi,” katanya.
Selain menghambat akses warga di enam dusun. Ambruknya jembatan ini juga sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat Desa Tetebatu. Terutama dari sektor pariwisata.
Sejak ambruknya jembatan itu, wisata lokal Ulem-Ulem tutup total. Termasuk satu pasar rakyat di sekitar jembatan juga ikut tutup. Dirinya berharap jembatan tersebut segera dibangun kembali, agar dapat memperlancar akses warga.
”Kasihan warga kita yang ada di enam dusun itu. Kalau mau mengurus administrasi ke kantor desa harus keliling dari desa Tetebatu Selatan,” katanya.
Kalak BPBD Lotim Lalu Muliadi menambahkan, pembangunan jembatan Ulem-Ulem saat ini sedang berproses. Masih dalam tahap review oleh BNPB untuk memvalidasi kondisi jembatan sebelum diajukan ke Kementerian Keuangan.
”Rabu (15/1) kami sudah melakukan zoom bersama BNPB, Jembatan Ulem-Ulem saat ini masih berproses bersama jembatan yang lain,” ujar Muliadi.
Proses validasi juga direncanakan selesai dalam waktu satu bulan ke depan. Sehingga pada Maret atau April jembatan tersebut sudah masuk dalam pembahasan hibah bersama dengan Jembatan Apit Aik dan SMP satap Montong Gading.
Jumlah anggaran yang diajukan sebesar Rp 12 miliar untuk dua jembatan dan satu sekolah tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan teknis, Jembatan Ulem-Ulem akan dibangun mulai dari awal. Pihaknya akan fokus dan mengutamakan fungsi jembatan terlebih dahulu.
”Kita utamakan jembatan dulu. Kalau bendungan nanti, karena jembatan ini lebih dibutuhkan masyarakat. InsyaAllah tahun ini bisa dikerjakan,” tandasnya. (par/r11)
Editor : Rury Anjas Andita