Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Miliki 16 Siswa Disfungsional Belajar, SDN 3 Montong Terapkan Pembelajaran Inklusi

Supardi/Bapak Qila • Minggu, 19 Januari 2025 | 07:56 WIB

 

BELAJAR: Siswa-siswi di SDN 3 Montong Betok saat belajar di Berugak (Gazebo) literasi, untuk anak-anak yang memiliki disfungsi belajar atau sulit membaca dan menulis.
BELAJAR: Siswa-siswi di SDN 3 Montong Betok saat belajar di Berugak (Gazebo) literasi, untuk anak-anak yang memiliki disfungsi belajar atau sulit membaca dan menulis.
 

LombokPost-SDN 3 Montong Betok, Kecamatan Montong Gading menerapkan pembelajaran inklusi, dengan tujuan membantu siswa yang memiliki disfungsional belajar.

”Alhamdulillah, meskipun baru tiga bulan, program ini menunjukkan hasil cukup signifikan,” terang Kepala Sekolah SDN 3 Montong Betok Amat, Jumat (17/1).

Melalui format asesmen yang disiapkan provinsi, pihak sekolah menemukan 16 anak mengalami disfungsional dalam belajar.

Mereka kemudian dikelompokkan berdasarkan kemampuan, untuk mendapatkan pembelajaran yang sesuai.

Menggunakan metode Teaching at the Right Level (TARREL), yaitu pendekatan yang menyesuaikan pembelajaran dengan tingkat kemampuan siswa.

Mereka dibagi dalam beberapa kelompok. Seperti kelompok pemula, yakni anak yang belum mengenal huruf sama sekali.

Kemudian kelompok kedua, khusus untuk  kelompok yang hanya mengenal dan membaca huruf.

”Kemudian pada kelompok selanjutnya hanya membaca kata sederhana. Yakni membaca satu kalimat sederhana. Terakhir kelompok paragraf, membaca paragraf meski belum memahami isinya,” katanya.

Setiap kelompok diberikan bahan ajar khusus. Seperti buku-buku dari Kementerian Pendidikan, yang dirancang khusus untuk anak-anak inklusi.

Kemudian guru-guru yang mengajar mereka juga telah dilatih untuk mengelola program ini. Pembelajaran inklusi ini dilaksanakan selama 60 menit per sesi dengan dua sesi per hari.

Kata dia, sebelum melaksanakan program ini, pihaknya SDN 3 Montong Betok juga telah melakukan studi banding ke salah satu SD di Yogyakarta yang lebih dulu menerapkan layanan inklusi tersebut.

”Layanan inklusi Ini menjadi langkah awal untuk memastikan siswa-siswi kami mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Sementara itu, Guru penggerak program inklusi SDN 3 Montong Betok Marwin berharap, melalui program ini kemampuan membaca dan memahami siswa dapat meningkat.

Mengingat hal tersebut menjadi bekal penting dalam menyerap ilmu pengetahuan lainnya.

”Nanti siswa-siswi inklusi ini rencananya akan di wisuda. Sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian mereka,” ungkapnya.

Dalam proses pelaksanaan program inklusi ini, komunikasi dan dukungan dari orang tua sangat dibutuhkan untuk memastikan hasil pembelajaran.

Diharapkan program ini dapat menjadi solusi bagi siswa dengan kebutuhan khusus untuk meraih potensi terbaik mereka. (par/r11)

Editor : Kimda Farida
#belajar #khusus #metode #dukungan #kemampuan #solusi #pembelajaran #inklusi #kebutuhan #siswa