Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Masjid Desa Pringgasela Timur Rusak Diterjang Angin Kencang

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 31 Januari 2025 | 17:10 WIB

 

BERSIHKAN: Warga Dusun Tibu Salam, Desa Pringgasela Timur, Kecamatan Pringgasela gotong royong membersihkan reruntuhan atap masjid yang ambruk, Kamis (30/1).
BERSIHKAN: Warga Dusun Tibu Salam, Desa Pringgasela Timur, Kecamatan Pringgasela gotong royong membersihkan reruntuhan atap masjid yang ambruk, Kamis (30/1).
  

LombokPost-Atap masjid, Tibbissalam Dusun Tibu Salam, Desa Pringgasela Timur, Kecamatan Pringgasela ambruk setelah diterjang hujan lebat dan angin kencang, pukul 10.30 Wita, Kamis (30/1).

“Saat  itu saya mendengar suara kayu yang akan patah,” beber Musleh seorang pengurus Masjid Tibbissalam,  Desa Pringgasela Timur, Kamis (30/1).

Tidak lama setelah suara itu, tiba-tiba semua atap masjid ambruk ke dalam masjid.

Ambruknya atap masjid ini diperkirakan karena bangunan masjid sudah tua.

Kayu-kayu atap banyak yang lapuk. Sejak di bangun pada tahun 2006 lalu masjid itu tidak pernah direnovasi.

Saat kejadian kondisi masjid dalam keadaan sepi.

“Bersyukur kejadiannya tidak malam. Seandainya malam pada saat acara Isra’ dan Mi’raj mungkin akan banyak memakan korban. Padahal malam itu juga sedang terjadi hujan lebat,” katanya.

Kerusakan yang terjadi hampir di semua atap masjid, sementara tembok masih dalam kondisi bagus.

Sehingga untuk sementara waktu, warga setempat berencana  memasang terpal sebagai atap masjid, agar masjid bisa difungsikan kembali.

Masjid tersebut merupakan masjid satu-satunya di Dusun Tibu Salam.

Kendati ada masjid yang lain di Desa Pringgasela Timur, namun jaraknya cukup jauh dari Dusun Tibus salam sekitar dua kilometer lebih.

“Satu-satunya solusi ialah membuat atap dari terpal untuk sementara waktu bisa kita renovasi. Karena tidak ada lagi tempat kita Jumatan. Di masjid ini juga menjadi tempat anak-anak mengaji,” katanya.

Warga setempat juga sudah sepakat untuk segera merenovasi Masjid tersebut dengan bergotong royong.

Aipda Iwan Fatoni, bhabinkantibmas Pringgasela Timur menambahkan, sebelum ambruknya atap masjid, terjadi angin kencang dan hujan.

“Begitu kami dapat informasi, kami langsung cek kondisi dan membantu masyarakat untuk membersihkan puing-puing genteng yang rusak. Yang parah hanya di bagian atap saja,” ujarnya. (par/r6)

Editor : Kimda Farida
#terpal #masjid #SUARA #mengaji #tembok #angin kencang #puing-puing #Hujan #atap #rusak