Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

 Serunya Berkunjung ke Pasar Senja Rarang Lombok Timur, Harga Terjangkau, Produk Segar dan Bisa Lihat Rinjani

nur cahaya • Kamis, 13 Februari 2025 | 10:50 WIB

 

RAMAI: Sejumlah pedagang dan pembeli di pasar senja Rabu Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur, beberapa waktu lalu.
RAMAI: Sejumlah pedagang dan pembeli di pasar senja Rabu Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur, beberapa waktu lalu.
 

Pasar senja merupakan salah satu pasar di Lombok Timur (Lotim). Bedanya, pedagangan hanya menjual hasil pertanian yang dipetik langsung dari sawah di sekitar pasar, plus makanan tradisional.

----------------------------------------------

Namanya pasar senja. Seperti namanya, pasar ini hanya bisa dijumpai pada sore hari saja, lebih tepat lagi pada hari Rabu. Lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan raya Mataram-Labuhan Lombok, di Repok Payung, Desa Rarang, Kecamatan Terara Lombok Timur (Lotim).

Pasar ini tidak seperti pasar tradisional pada umumnya yang menjual berbagai keperluan, seperti makanan, minuman, pakaian dan lainnya. Namun pasar ini memiliki keunikan yakni hanya menjual hasil pertanian seperti cabai, tomat, terong, buah-buahan dan berbagai hasil pertanian sekitar. Pasar ini juga menjual berbagai makanan tradisional Lombok.

Lalu Suandi, penggagas sekaligus ketua Pasar senja (PSJ) Repok payung, Desa Rarang menceritakan Pasar senja yang juga akrab disebut pasar alam ini pertama kali ia bentuk pada tahun 2024 lalu secara swadaya. Pembuatan pasar alam ini sebelumnya direncanakan pada tahun 2020 lalu. Namun karena terkendala Covid-19, rencana itu tidak bisa berjalan. “Inovasi ini saya dapatkan dari Kota Padang, di mana saat itu saya masih bekerja di sana. Saya melihat pasar itu sangat menarik. Karena para petani langsung bisa menjual hasil pertanian mereka di pasar itu,” terang Lalu Suandi, Senin (10/2).

Setalah pulang dari Padang beberapa tahun lalu, ia akhirnya memutuskan untuk memulai pasar senja ini dengan melibatkan 42 orang dari kalangan ibu-ibu di Desa Rarang. Sebelumnya ibu-ibu tersebut rata-rata tidak memiliki pekerjaan bahkan tidak pernah berjualan.

Para ibu-ibu ini kemudian di buatkan koperasi sebagai tempat pinjam modal usaha. Hingga akhirnya mereka bisa berjualan berbagai hasil pertanian di pasar senja. Pada pembukaan pasar ini ia melakukan acara bagi-bagi sayur di tempat itu untuk memperkenalkan pasar senja kepada masyarakat. “Alhamdulillah setelah adanya pasar senja ini banyak UMKM yang bisa kita hidupkan. Dan sangat membantu perekonomian masyarakat,” katanya.

Keberadaan pasar senja turut meningkatkan semangat masyarakat terutama untuk berkreasi di bidang makanan. Karena selain dijual secara langsung, hasil pertanian juga banyak diolah menjadi makanan tradisional. Kalau pun tidak ikut berjualan mereka biasanya akan menitipkan di pedagang yang lain.

Pasar senja yang berada dipinggir persawahan dengan latar Gunung Rinjani ini sangat disambut antusias oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari kunjungan ke pasar setiap sore Rabu sangat banyak. Rata-rata dagangan selalu habis terjual. “Selalu ramai dikunjungi masyarakat. Karena kalau sore tempat itu juga sangat indah pemandangannya. Selain berbelanja masyarakat juga bisa foto-foto karena pemandangan di utara langsung ke gunung Rinjani,” katanya.

Keberadaan pasar senja ini juga dapat menstabilkan harga bahan pokok seperti tomat cabai dan lainnya. Keberadaan pasar senja ini dapat memangkas rantai penjualan hasil pertanian.

Dari yang biasanya dijual ke pengepul kemudian ke pengecer dan konsumen. Namun saat ini petani langsung bisa menjualnya ke konsumen langsung. “Sehingga keduanya kan sama-sama untung. Petani bisa mengirit biaya ke pasar, pembeli juga bisa mendapatkan harga langsung dari petani. Coba kalau di jual ke pasar atau kita beli di pasar pasti harganya berlipat ganda,” katanya.

Sayur yang dijual di pasar senja juga merupakan sayur yang masih segar yang dipetik langsung dari sawah yang ada di dekat pasar.

Kekurangannya, lapak dagangan yang digunakan dibuat dari bahan seadanya. Dia berharap pemerintah desa maupun kabupaten dapat membantu para UMKM.

“Masing-masing UMKM yang berjualan di pasar ini setiap Minggu mereka menyisihkan sedikit hasil jualannya untuk disumbangkan ke Masjid di Desa Rarang,” tutupnya. (Supardi/r6)

Editor : Redaksi Lombok Post
#UMKM #Senja #sawah #pasar #penjualan #Lotim #Rantai #makanan #tradisional