LombokPost-DPRD Lombok Timur (Lotim) meminta Pemkab Lotim menyusun strategi untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lotim.
Saiful Bahri, anggota DPRD Lotim, Kamis (27/2) menyebut bidang kesehatan di Lotim terutama dalam umur harapan hidup pada tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar 71,95 tahun. Dibandingkan dengan tahun 2023 sebesar 71,72 tahun. Namun menurutnya hal itu disebut masih membutuhkan peningkatan.
Dari sektor pendidikan masih perlu peningkatan rata-rata lama sekolah, indeks pendidikan, dan kualitas sekolah. ”Di bidang kesehatan angka harapan hidup kita sudah bagus dan sudah ada peningkatan, tapi masih perlu ditingkatkan. Dengan memastikan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui program-program kesehatan yang efektif,” ujarnya.
Kalangan dewan juga menyorot terkait pembangunan tahun 2024 yang difokuskan pada peningkatan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Kendati produksi komoditas pertanian mengalami peningkatan, namun belum banyak memberikan nilai tambah bagi petani. Mengingat biaya produksi yang tinggi akibat kenaikan harga pupuk dan pestisida, tidak diimbangi dengan kenaikan harga hasil pertanian. ”Sehingga kami harap Pemkab Lotim dapat merumuskan kebijakan untuk stabilisasi harga komoditas pertanian dan peningkatan nilai tambah bagi petani,” imbuhnya.
Sekda Lotim H M Juaini Taofik menyampaikan bahwa semakin banyak masukan yang diberikan dewan, semakin bagus. “Saya secara pribadi bersyukur. Karena saya mencatat ada 15 saran dan rekomendasi yang diberikan DPRD,” jelasnya.
Ia melihat PR besar Pemkab Lotim dalam peningkatan IPM hanya dua, pendidikan dan kesehatan. ”Semoga saran dan rekomendasi yang disampaikan oleh DPRD ini akan menjadi bahan perbaikan dalam menjalankan pemerintahan pada tahun yang akan datang,” pungkasnya. (par/r6)
Editor : Rury Anjas Andita