LombokPost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) melakukan penertiban puluhan pedagang kali lima (PKL) yang berjualan di pinggir Taman Rinjani Selong. “Kalau saya sih menerima saja, tapi caranya jangan terlalu arogan. Mereka sosialisasi juga hanya sekali, terus main bongkar saja. Tidak bisa seperti itu juga,” terang salah seorang pedagang, Hadi Junaidi, Minggu (9/3).
Dijelaskan, setelah penataan taman, pedagang yang ada di sebelah barat diminta pindah tanpa disiapkan lapak oleh pemerintah. “Kita masih diberikan izin untuk berjualan sementara, nanti setelah puasa kita disuruh pindah, ”tutupnya.
Kasatpol PP Lotim Slamet Alimin menambahkan aktivitas para pedagang yang berjualan di pinggir taman sangat mengganggu dan membuat pemandangan taman menjadi kumuh. “Kami bukannya tidak mengizinkan mereka berjualan tapi kita relokasi ke tempat yang lebih bagus, supaya mereka lebih aman dan nyaman berjualan. Kita akan pikirkan ke mana kita akan pindahkan mereka” ujarnya.
Sebelumnya pihaknya sudah memberikan imbauan untuk mengosongkan tempat tersebut. Namun tidak diindahkan pedagang, sehingga dibongkar paksa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lotim H Supardi menambahkan, pedagang juga membuat saluran irigasi di samping taman menjadi terganggu. “Mereka kan tutup semua drainase dengan bambu, untuk membuat lapak sehingga tidak bisa dibersihkan,” katanya.
“Mereka yang belum punya tempat kita akan carikan tempat dulu, kalau yang sudah punya kita minta mereka pindah ke lagi ke tempat mereka,” pungkasnya. (par/r6)
Editor : Rury Anjas Andita