LombokPost-Burger mini, salah satu menu makanan Program Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan pada bulan Ramadan di SDN 2 Sandubaya, Kecamatan Selong diduga sudah busuk dan ada belatungnya. Hal tersebut diketahui saat hendak dimakan salah satu murid pada saat berbuka puasa. “Menunya kemarin (Rabu, Red) itu ada buah, burger, telur dan kurma. Kemudian dibawa pulang oleh siswa untuk dimakan saat berbuka puasa. Namun saat hendak makan burgernya tiba-tiba ada ulat atau belatung di dalamnya,” terang Kepala Sekolah SDN 2 Surabaya, Fathurrahman saat di konfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (13/3).
Kasus yang ditemukan hanya satu, yakni di kelas II. Kejadian itu pertama kali dilaporkan oleh wali murid kepada wali kelas II dengan mengirim video ke WA Grup sekolah yang memperlihatkan belatung keluar dari dalam burger.
Pihak sekolah sudah mengkonfirmasi kejadian tersebut ke pihak penyelenggara dan meminta agar makanan yang disajikan betul-betul diperhatikan. Sebab pihak sekolah hanya membagi langsung kepada siswa tanpa dicek kembali kondisi makan. “Kalau kita kan langsung bagikan saja, karena tidak mungkin kita cek lagi. Makananya kan banyak, kita di SDN 2 Sandubaya ini jumlah siswanya sebanyak 343 orang,”imbuhnya.
Pihak sekolah juga sudah meminta kepada penyelenggara MBG agar suplayer makan bisa memperhatikan makanan yang diberikan. Selain burger, buah yang disajikan beberapa hari lalu juga banyak yang rusak.
Diperkirakan kejadian ini terjadi akibat adanya bahan makan yang salah dimasukkan oleh pihak penyedia makanan. Mengingat sejumlah makan yang lain dalam kondisi bagus dan tidak ada laporan lain. “Kejadiannya sih cuman satu di SDN 2 Sandubaya, tapi ada kami dapat informasi bahwa di SMPN 1 dan 2 juga ada satu. Makanya kami perkirakan ada makan yang salah dimasukkan,” tutupnya.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur sehat Yayasan Quran Al-Fajr Selong Muhamad Junaidi Sofar menyampaikan bahwa jumlah sekolah yang di layani sebanyak 10 sekolah. Mulai dari MI/SD, Mts/ SMP dan SMA dengan jumlah paket MBG sebanyak 2.901 paket. Menu yang diberikan pada Ramadan ini merupakan menu yang tahan lama dengan pengantaran sekitar pukul 08.00 Wita dan dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Pengantaran saat bukan ramadan ini agak pagi kita lakukan, karena para siswa lebih pagi pulang. Bahkan banyak sekolah yang juga meminta agar pengantaran dipercepat. Selain puasa juga siswa sedang ujian,” terangnya saat dikonfirmasi Lombok Post.
Menu yang diberikan saat puasa bervariatif setiap hari, mulai dari buah, pizza, burger dan kurma. Terkait kejadian adanya burger yang ditemukan rusak dan ada belatungnya, dirinya tidak bisa memastikan bahwa makan tersebut berasal dari dapur sehat yang dikelola. Terlebih sampel makanan yang disimpan oleh BGN sampai hari Kamis masih aman. “Ini sampel kita masih aman tidak berbau, jadi vidio yang beredar tersebut belum bisa kita pastikan apakah benar tidak itu dari kami. Kalu pun benar itu akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan agar lebih baik lagi,” bebernya.
Dia juga telah mengkonfirmasi pihak sekolah dan meminta bertemu dengan murid yang memvideokan makanan tersebut untuk mengkonfirmasi informasi itu, namun yang bersangkutan tidak bisa. “Kita juga belum bisa pastikan itu benar-benar dari dapur kami. Tetapi tentu ini akan menjadi bahan evaluasi kami agar menjadi lebih baik lagi. Karena tidak mungkin sempurna. Yang jelas makan itu sudah kami cek dan aman tidak ada yang rusak,” pungkasnya. (par/r6)
Editor : Jelo Sangaji