Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Antusias Warga Sukadana Mengikuti Pengajian Akbar KH Fikri Haikal MZ, Mengobati Rindu Sosok KH Zainuddin MZ

nur cahaya • Senin, 19 Mei 2025 | 16:35 WIB

 

CERAMAH: KH Fikri Haikal MZ pada Pengajian Akbar di Pondok Pesantren Darul Amien Aik Mening Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Lombok Timur, Sabtu (17/5).
CERAMAH: KH Fikri Haikal MZ pada Pengajian Akbar di Pondok Pesantren Darul Amien Aik Mening Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Lombok Timur, Sabtu (17/5).
Masyarakat Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Lombok Timur (Lotim) membanjiri aula Pondok Pesantren Darul Amien Aik Mening, Desa Sukadana, Kecamatan Terara.

Warga mengikuti pengajian akbar yang dibawakan langsung oleh KH Fikri Haikal MZ putra mendiang KH Zainuddin MZ. 

----------------------------------

Siang itu ratusan masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua, berbondong-bondong memasuki halaman Pondok Pesantren Darul Amien, Aik Mening Desa Sukadana, Kecamatan Terara.

Baca Juga: Rinjani 100 Buat Unit Sar Lombok Timur (Lotim) Siaga Penuh

Beberapa orang terlihat berjalan dengan tergesa-gesa, karena tak ingin terlambat.

Mereka hendak mengikuti tablig akbar, yang hadiri oleh dai kondang KH Fikri Haikal MZ putra mendiang KH Zainuddin MZ.

Jamaah langsung membuat posisi shaf tanpa dikomando, mereka mengejar paling depan yang dapat diraih.

Baca Juga: Tinggalkan Kandang untuk Merantau Sejenak, 28 Pemuda Lotim Magang ke Jepang

Selain menjadi momentum untuk menambah ilmu agama, kegatan juga sebagai momen pencinta dakwah mendiang KH Zainuddin MZ melepas rindu.

Suara dan gaya KH Fikri Haikal MZ sangat serua ayahnya. Para jamaah pun terhipnotis.

”Pengajian akbar ini juga dirangkaikan dengan santunan puluhan anak yatim, piatu se-Desa Sukadana,” terang Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Amien, Aik Mening Desa Sukadana, Sabtu (17/5).

Baca Juga: Dongkrak PAD, Lotim Upayakan Bentuk Banyak Pokja

Pengajian akbar ini juga merupakan program dakwah KH Fikri Haikal MZ ke seluruh daerah di Indonesia, dia mendorong lahirnya satu juta penghafal Alquran. 

Ini cocok dengan salah satu fokus Ponpes Darul Amien ialah bidang Tahfiz Quran.

Untuk mencetak generasi Alquran dan menyiapkan pemimpin-pemimpin umat masa mendatang. “ Alhamdulillah baru dua tahun program wajib mondok, sudah banyak santri kami yang hafal hingga 12 juz,” ungkapnya.

Ditargetkan selama mengikuti program pondok para santri sudah bisa menghafal 30 Juz alquran. Sehingga 10 tahun ke depan generasi muda Desa Sukadana menjadi generasi qurani.

Dengan program tahfiz quran ini juga diharapkan akan mempermudah langkah para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, melalui beasiswa tahfiz maupun beasiswa prestasi. 

”Kita juga sudah bekerja sama dengan beberapa universitas untuk beasiswa tahfiz. Dan beberapa orang santri kita juga sudah ada yang kita kirim ke luar daerah,” tutupnya.

 Baca Juga: 30 P3KE Lotim Dilatih Kewirausahaan Olahan Makanan

KH Fikri Haikal MZ memulai ceramahnya dengan mengutarakan peran penting sebuah pondok pesantren di tengah masyarakat.

Untuk itu ia meminta masyarakat Desa Sukadana bersyukur karena telah berdiri sebuah pondok pesantren. Ponpes memilik peran dan menjadi garda terdepan dalam menjaga moral, nilai-nilai akidah, dan menjaga nilai-nilai keimanan.

”Keberadaan ponpes akan menghalau tradisi-tradisi barat yang tidak sesuai dengan ajaran agama, yang dapat merusak anak-anak bangsa,” ungkapnya. 

Baca Juga: Lotim Segera Salurkan Bansos Untuk 3.000 KPM Tahun Ini

Diingatkan, kini Lombok menjadi daerah pariwisata yang banyak di kunjungi tamu dari berbagai belahan dunia. Dengan kepercayaan dan budaya masing-masing.

Keberadaan pondok pesantren diharapkan dapat mengantisipasi perubahan moral akibat pengaruh budaya luar. 

Salah satu jamaah dan penggemar KH Zainuddin MZ, Lalu Suandi mengaku sangat senang dengan kedatangan putra almarhum.

Photo
Photo

Ia sejak masih muda sangat senang mendengar ceramah-ceramah KH Zainuddin MZ melalui saluran radio dan televisi.

”Kalau kita tidak hadir langsung pasti kita mengira yang bicara ini adalah almarhum,” ujar Lalu Suandi.

Meski pun yang hadir bukan KH Zainuddin MZ, namun rasa penasaran dan rindu dengan almarhum kini terobati.

Photo
Photo

”Gaya ceramahnya sangat mirip dengan almarhum, wajah pun sama. Makanya walaupun yang datang anaknya tapi serasa yang hadir langsung yaitu almarhum KH Zainuddin MZ,” tutupnya. (Supardi/r6)

Editor : Kimda Farida
#Ponpes #tablig akbar #Lotim #KH Zainuddin MZ #santri