Sapi milik Sumardan, warga Dusun Dasan Manggis, Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela tahun ini terpilih sebagai sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Lombok Timur (Lotim).
Belasan sapi berbagai jenis terlihat makan dengan lahap di kandang sederhana yang terbuat dari bambu beratapkan terpal.
Tidak butuh waktu lama, tumpukan rumput segar mirip pohon tebu itu habis dilahap. Tiga ekor sapi dengan ukuran jumbo ditempatkan di kandang terpisah dengan sapi-sapi biasa.
Baca Juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo di Lotim Seberat Satu Ton
Di kandang ini lah Sumardan, seorang peternak asal Dasan Manggis, Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur (Lotim) merawat sapi-sapi miliknya. Sapi-sapi di sana terlihat sangat gemuk dan sehat.
Hari itu Sumardan terlihat gembira, senyum bahagia di raut wajahnya tak bisa ia sembunyikan. Setelah salah satu dari tiga sapi jumbo jenis simental miliknya dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto untuk dijadikan kurban di Lotim.
“Senang banget, ada rasa bangga tersendiri bagi saya. Karena selama menjadi peternak, ini pertama kali sapi saya dibeli langsung oleh presiden,” bebernya.
Ia tidak menyangka bahwa sapi yang telah dirawat selama tiga tahun itu terpilih sebagai sapi kurban presiden.
Selain memperhatikan kesehatan, bobot sapi juga sangat mempengaruhi untuk bisa terpilih menjadi sapi kurban presiden.
Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah bobot sapi minimal 800 kilogram. Dan saat itu sapi miliknya berhasil terpilih karena memiliki bobot 875 kilogram.
Baca Juga: Tips Jitu Ahmad Syamsir, Rawat Sapi Kurban Milik Presiden Prabowo
“Kalau kita timbang lagi sekarang, mungkin sudah lebih satu ton, dengan perawatan yang dilakukan selama hampir satu bulan ini. Apa lagi saat ditimbang itu kondisi sapi belum makan,” katanya.
Tiga ekor sapi berukuran jumbo itu memerlukan perawatan khusus dibandingkan dengan sapi-sapi yang lain miliknya. Terlebih lagi setelah sapi tersebut resmi milik presiden.
Pemberian pakan sangat diperhatikan mulai dari bahan konsentrat, rumput segar, dedak, dan pakan lainnya.
Selain itu, kebersihan kandang sapi yang diberi nama Dogong juga selalu dipastikan bersih dari kotoran. Rutin dimandikan, bahkan dalam sehari ia bisa memandikan Dogong 2-3 kali.
Baca Juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto di Lombok Tengah Gemoy dan Sehat
Hal ini untuk memastikan Dogong tetap bersih dan sehat hingga hari H kurban nanti.
“Kandang selalu dibersihkan, makanan juga selalu dijaga supaya tetap sehat dan gemuk. Termasuk juga rutin dimandikan agar tetap bersih dan tampak cantik,” katanya.
Bukan hanya menyiapkan pakan yang berkualitas, sapi tersebut juga rutin diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan yang diserahkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim.
Bahkan setip hari sapi raksasa itu tidak pernah absen untuk diperiksa.
Dogong merupakan salah satu sapi kesayangannya, sehingga ia sempat merasa berat untuk melepaskannya. Di satu sisi dirinya sangat bangga bahwa sapi ternaknya bisa dibeli presiden Prabowo dengan harga Rp 75 juta.
“Uang ini nanti saya gunakan untuk beli sapi jenis simental lagi, supaya ada jadi penggantinya,” ujarnya.
"Kami terima penitipan dan perawatan juga di sini. Kalu sudah di beli bisa diambil nanti pada saat hari raya. Alhamdulillah sudah beberapa yang laku untuk kurban tahun ini. Jumlah sapi di kandang ini tinggal 11 ekor," tutupnya. (SUPARDI/r6)
Editor : Kimda Farida