Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lotim dan Kukar Jalin Kerja Sama Peternakan, SDM Unggul Lombok Timur Jadi Magnet!

Lombok Post Online • Selasa, 17 Juni 2025 | 13:21 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dan Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur resmi menjalin kerja sama di sektor peternakan.

Pemkab Kukar tertarik lantaran menilai potensi peternakan Lotim sangat besar, didukung oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memajukan sektor peternakan di kedua daerah.

“Kutai Kartanegara itu perekonomiannya 48 persen ditopang oleh minyak, gas, batu bara dan lainnya. Makanya kami melakukan transformasi sumber daya, salah satunya di bidang pertanian dan peternakan,” terang Bupati Kutai Kartanegara Edy Damasyah, Senin (16/6).

Salah satu fokus program Pemkab Kutai Kartanegara saat ini ialah bidang ketahanan pangan. Kebutuhan daging di Kutai Kartanegara ujarnya cukup tinggi.

Masalanya, upaya bidang peternakan yang dilakukan selama ini oleh Pemkab Kutai Kartanegara belum berhasil.

Kerja sama peternakan ini lebih kepada ketersediaan bibit sapi. Pihaknya akan menganggarkan pengadaan bibit sapi melalui APBD dan Lotim bisa menyiapkan serta memberikan kouta benih sapi. Sehingga program ini bisa berjalan setiap tahun.

“Kebutuhan kita bervariasi, mulai yang 200-300 ekor sesuai dengan analisis kebutuhan per tahun,” terangnya.

Kerja sama ini tidak hanya terkait pengadaan bibit sapi, namun juga ketersediaan sumber daya manusia (SDM) peternakan.

Ia melihat kelompok ternak di Lotim sangat berhasil dalam beternak. Sehingga melalui kerja sama ini Lotim bisa berbagi ilmu kepada peternak sapi di Kutai Kartanegara.

Menurutnya SDM merupakan hal yang sangat penting di semua sektor. Hal itu terlihat dari keberhasilan Lotim di bidang peternakan.

“Kami juga sendang mengembankan keramba udang namun tidak terlalu berhasil seperti Lotim,” pungkasnya.

Bupati Lotim H Haerul Warisin menambahkan keberhasilan Lotim di bidang pertanian dan peternakan ini tidak terlepas dari budaya masyarakat itu sendiri. Jika masyarakat menjadi petani maka seolah mewajibkan dirinya juga menjadi peternak.

“Karena peternakan dan pertanian ini harus menyambung. Karena di pertanian itu ada rumput dan berbagi pakan ternak. Dan kebiasaan ini sudah terjadi sejak zaman dahulu, ini sudah menjadi budaya di masyarakat kita,” kayanya.

Untuk kuota bibit sapi yang akan diberikan oleh Pemkab Lotim kepada Kutai Kartanegara tergantung kebutuhan dari Pemkab Kutai Kartanegara.

Populasi ternak Lotim cukup tinggi, dan dari sisi penyakit sudah tidak ditemukan lagi.

KERJA SAMA: Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin (kanan) bersama Bupati Kutai Kartanegara seusai menandatangani perjanjian kerja sama, Senin (16/6).
KERJA SAMA: Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin (kanan) bersama Bupati Kutai Kartanegara seusai menandatangani perjanjian kerja sama, Senin (16/6).

“Makanya kemarin saya punya kebijakan tidak boleh ada sapi Sumbawa yang masuk. Dan pada saat Idul Adha kami izinkan masuk sebentar hanya untuk kebutuhan kurban atau langsung dipotong,” tutupnya. (par/r6)

Editor : Siti Aeny Maryam
#kukar #Lotim #kebijakan #Peternakan #sdm