Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan Nilai PDAM Lombok Timur Belum Dikelola Profesional

Supardi/Bapak Qila • Sabtu, 5 Juli 2025 | 16:45 WIB
Ketua DPRD Lotim Muhammad Yusri.
Ketua DPRD Lotim Muhammad Yusri.

LombokPost-DPRD Lombok Timur (Lotim) menyoroti pengelolaan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Salah satunya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Dewan menilai PDAM belum berjalan maksimal dan dikelola secara profesional.

“Sebelumnya Komisi III telah memanggil jajaran PDAM, tapi sampai saat ini saya belum terima hasil dari hearing tersebut,” terang Ketua DPRD Lotim Muhamad Yusri saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/7).

Ia menegaskan, PDAM memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan dasar, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Karena itu, manajemen PDAM harus dikelola secaraprofesional dan lebih baik dibanding sebelumnya.

Yusri juga menekankan jajaran direksi PDAM segera menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat, termasuk masalah debit air yang disalurkan.

“Kita berharap PDAM lebih proaktif menyelesaikan kendala yang ada di lapangan, supaya masyarakat dapat menikmati air bersih secara maksimal,” imbuhnya.

Menurutnya, jika hasil hearing yang diterima Komisi III masih belum jelas, maka ia meminta agar dilakukan pemanggilan ulang terhadap jajaran direksi PDAM guna mengurai akar persoalan yang ada di internal PDAM.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian DPRD adalah ketidaksesuaian laporan keuntungan dengan kondisi riil di lapangan. Menurut Yusri, hal ini menimbulkan kebingungan.

“Katanya untung Rp 5 miliar, tapi kenyataannya hanya Rp 5 juta. Ini membingungkan dan perlu diluruskan,” ujarnya.

Baca Juga: PDAM Lombok tengah Sebut Longsor Rusak Saluran Mata Air Lempanas

Ia mengingatkan agar tidak mencampuradukkan antara pendapatan dengan keuntungan. Bisa jadi angka Rp 5 miliar yang diklaim sebagai keuntungan, justru merupakan pendapatan kotor.

Untuk itu, ia meminta pengelolaan keuangan PDAM dilakukan secara transparan agar masyarakat tidak bingung, dan pemerintah daerah bisa mengambil langkah perbaikan yang tepat.

Sementara itu, Plt Direktur PDAM Lotim Sopyan Hakim menyampaikan, sejak awal 2025, pendapatan bulanan PDAM mengalami peningkatan, berkisar antara Rp 2 miliar-Rp 2,5 miliar per bulan.

Sedangkan pada 2024 lalu, pendapatan per bulan hanya sekitar Rp 500 juta–Rp 700 juta.

“Alhamdulillah sejak awal tahun pendapatan kita meningkat. Pendapatan kita sampai bulan Maret kemarin mencapai Rp 5 miliar,” imbuhnya.

Hingga akhir 2024, jumlah pelanggan PDAM Lotim tercatat sebanyak 32.898 pelanggan, dengan jumlah pelanggan aktif 29.036 dan pelanggan tidak aktif sebanyak 3.862.

Terkait Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan yang belum dapat beroperasi maksimal, Sopyan menyebut hal tersebut berada di ranah Dinas PUPR.

“Untuk SPAM Pantai Selatan kami hanya sebagai penerima manfaat. Tapi SPAM itu belum kami masukkan ke pelanggan PDAM karena masih terjadi beberapa kebocoran. Untuk itu kita akan koordinasi dengan pihak PUPR untuk melakukan perbaikan,"ungkapnya (par/r7).

Editor : Kimda Farida
#pdam #Lotim #SPAM