Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lotim Minta Tambahan 10 ribu Vaksin PMK

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 31 Juli 2025 | 09:10 WIB
H Masyhur
H Masyhur

LombokPost-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lombok Timur mengusulkan 10 ribu dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahap kedua.

Vaksinasi ini diharapkan membuat sapi ternak di Lotim semakin terbebas dari virus PMK.

“Dari 10 ribu yang kita usulkan, memang sudah ada yang datang, prosesnya bertahap,” terang Kepala Disnakkeswan Lotim H Masyhur, Kemarin.

Vaksinasi tahap kedua ini difokuskan pada sapi baru atau sapi yang baru lahir dan belum pernah divaksin.

Sapi yang sudah menerima vaksin tahap pertama akan mendapat vaksin berikutnya pada tahap selanjutnya.

Pemberian vaksin dilakukan secara bertahap sesuai jatah vaksin yang diterima. Ia berharap seluruh usulan 10 ribu dosis bisa dipenuhi, mengingat masih banyak sapi yang belum divaksin.

“Anaknya yang sudah berumur enam bulan itu yang sekarang kita sasar. Karena kemarin saat umurnya masih 3-4 bulan tidak berani kita vaksin,” katanya.

Masyhur menyebut kasus PMK di Lotim sudah tidak ditemukan lagi. Namun, status kabupaten bebas PMK belum disandang. Karena itu, vaksinasi tahap kedua ini diharapkan bisa melindungi ternak dari potensi penyebaran virus.

Ia mengungkapkan, pada vaksinasi tahap pertama, Lotim menjadi kabupaten dengan capaian tertinggi, mencapai lebih dari 90 persen.

Meski vaksin tahap kedua tidak dianggap mendesak, keberadaan vaksin tetap dibutuhkan.

“Memang kebutuhan vaksin kita tidak terlalu mendesak, karena 90 persen lebih sapi ternak kita sudah divaksin. Tapi kita tetap butuh yang namanya vaksin ini. Karena anak-anak sapi yang berumur enam bulan banyak belum divaksin,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakkeswan Lotim drh Hultatang menyampaikan bahwa vaksinasi terus digencarkan, meski capaian tahap pertama sudah mencapai 90 persen.

“Untuk tahap kedua ini, kita baru dapat vaksin 4 ribu dosis dan proses vaksinasi sudah mulai berjalan,” terangnya.

Ia menilai, kondisi PMK saat ini tidak separah tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya banyak ternak mati, sekarang gejala yang muncul hanya berupa flu dan leleran. Namun nafsu makan ternak masih bagus.(par/r7)

Editor : Kimda Farida
#virus PMK #PMK #sapi ternak #Lotim