LombokPost- Ikatan Pemuda Dusun Perenang (IPDP), Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Lombok Timur (Lotim). Terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan minat baca terhadap anak-anak dan mengurangi penggunaan gadget. Terutama pada hari libur sekolah, dengan membuat kegiatan pojok baca.
"Alhamdulillah hari ini memasuki bulan keempat kami mengadakan pojok baca. Dan program pojok baca di berugak literasi ini semakin diminati oleh adik-adik kami," terang salah satu pengurus IPDP Khairul Majdi, Selasa (12/8).
Kata dia, pada pojok baca kali ini. Anak-anak tidak hanya membaca dan belajar di berugak literasi dusun. Namun mereka diajak untuk membaca buku di luar, yakni di destinasi wisata pantai Sunrise Land Lombok (SLL), Labuhan Haji.
Baca Juga: Melihat Cara Pemuda Perenang Tingkatkan Minat Baca Anak dengan Buat Pojok Baca, Dampingi Anak-anak
Kegiatan baca buku di tempat wisata ini dilakukan agar anak-anak tidak bosan dengan kegiatan membaca buku di dusun atau di berugak literasi.
Namun melalui pojok baca di tempat wisata ini, dalam rangka memberikan suasana baru bagi anak-anak untuk meningkatkan semangat belajar.
"Kalau mereka hanya membaca di dusun, mungkin akan cepat bosan, makanya sesekali kami bawa mereka membaca di luar, supaya mereka tetap hadir membaca buku di tempat yang sudah kami siapkan," katanya.
Baca Juga: Cara Pemuda Perenang Desa Kabar Menyambut Bulan Ramadan, Bersih-bersih Makam Hingga Begibung
Kata dia, kegiatan pojok baca di pantai ini, anak-anak diajak membaca buku terlebih dahulu sekitar 30-35 menit, kemudian diberikan edukasi tentang manfaat membaca buku.
Selanjutnya anak-anak akan diajak bermain permainan tradisional dan terkahir dilanjutkan dengan mandi di pantai.
Diakui, pelaksanaan pojok baca di tempat wisata ini sangat diminati oleh anak-anak. Bahkan 90 persen anak yang menjadi sasaran program ini hadir membaca buku. Diharapkan melalui langkah ini kegiatan pojok baca menjadi momentum yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak.
Baca Juga: Dusun Perenang di Kabupaten Lombok Timur Masuk Zona Merah Demam Berdarah
Membaca buku di tempat wisata ini, direncanakan dilakukan minimal dua bulan sekali, dengan harapan anak-anak tetap rajin datang di berugak literasi untuk membaca buku. Sesuai jadwal yang sudah ditentukan setiap dua kali sebulan.
"Mudahan-mudahan dengan adanya program membaca buku di tempat wisata ini anak-anak semakin senang hadir untuk membaca buku. Kami ingin anak-anak ini mencintai buku dan mengurangi penggunaan gadget,"katanya.
Ia menyadari, meningkatkan minat baca pada anak-anak tidak mudah, namun paling tidak dengan program ini, waktu anak bermain gadget sedikit berkurang.
Editor : Siti Aeny Maryam