Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perusahaan Pembeli Tembakau di Lombok Timur Bertambah

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 13 Agustus 2025 | 11:19 WIB
Seorang buruh sedang memilih daun tembakau yang sudah dioven. Saat ini terdapat 35 perusahaan yang akan  menyerap hasil produksi tembakau di Lombok Timur.
Seorang buruh sedang memilih daun tembakau yang sudah dioven. Saat ini terdapat 35 perusahaan yang akan menyerap hasil produksi tembakau di Lombok Timur.

LombokPost-Sebanyak 35 perusahaan tembakau di Lombok Timur (Lotim) telah terdaftar di Dinas Pertanian (Distan).

Perusahaan ini akan menyerap hasil produksi tembakau petani, khususnya jenis Virginia.

Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 31 perusahaan.

“Bahkan ada satu perusahaan saat ini tengah mengurus izin pembelian tembakau petani. Gudangnya sudah siap, hanya beberapa izin sedang diurus,” terang Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lotim Mirza Sofyan, Selasa (12/8). 

Meski sudah terdaftar, pihaknya tetap akan melakukan validasi terhadap perusahaan yang membeli tembakau petani, termasuk mendata kuota pembelian masing-masing tahun ini.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, Mirza optimistis seluruh tembakau petani, khususnya virginia, akan habis terserap.

Karena itu ia meminta petani tidak khawatir hasil panennya tidak terjual.

 “Petani tidak perlu khawatir kalau tembakaunya tidak memiliki pasar. Kemarin kami sudah pertemuan dengan para perusahaan, mereka sudah komitmen untuk menyerap semua tembakau petani,” katanya.

Sejauh ini, sebagian besar perusahaan belum beroperasi karena petani masih banyak yang belum panen.

Namun pada akhir Agustus, diperkirakan seluruh perusahaan mulai melakukan pembelian.

Pihaknya juga belum mengetahui harga pembelian tahun ini karena perusahaan belum menggelar rapat harga. 

Meski begitu, melihat harga tahun lalu, Mirza memperkirakan tidak akan jauh berbeda.

Harga tertinggi tahun lalu mencapai Rp 7 juta per kuintal.

Apalagi kondisi tembakau petani tahun ini cukup bagus.

“Kalau mengacu harga tahun lalu, minimal tahun ini Rp6,5 juta per kuintal. Tapi mudah-mudahan bisa tembus seperti tahun lalu, karena kualitas tembakau petani kita cukup bagus,” katanya.

Hingga kini belum ada laporan kerusakan tembakau akibat cuaca buruk.

Hanya di dua titik terdapat tanaman yang rusak tergenang air akibat saluran irigasi bermasalah.

Tahun ini, Distan akan memperbaiki saluran irigasi di 10 titik mengingat kondisinya rusak parah dan menyempit sehingga berdampak pada produksi.

“Termasuk jalan usaha tani juga kita perbaiki supaya dapat mengurangi biaya produksi dan memperlancar aktivitas pertanian,” katanya.

Mirza menegaskan, 35 perusahaan yang terdaftar di Distan khusus membeli tembakau virginia.

Sementara tembakau rajang tidak terdaftar di Distan, melainkan di Dinas Perdagangan.

“Kalau gudang perusahaan tembakau rajangan sangat banyak, tapi datanya di Disdag, bukan di kami,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Distan Lotim Lalu Fathul Kasturi menyebut, areal tanam tembakau di Lotim pada musim tanam 2025 berkurang dibanding tahun sebelumnya.

Penyebabnya kondisi cuaca yang tidak menentu atau kemarau basah.

Baca Juga: Awal Panen di Lombok Timur, Harga Tembakau Justru Rendah

“Tembakau ini tanaman yang tidak membutuhkan air terlalu banyak, tapi keadaan cuaca kita tahun ini kemarau basah. Sehingga ini membuat animo masyarakat menurun untuk menanam tembakau,” ujarnya.

Pada 2023-2024, luas areal tanam tembakau di Lotim, baik virginia maupun rajang, mencapai 30 ribu hektare.

Namun hingga awal Juli lalu, luasnya hanya 26 ribu hektare.

Editor : Kimda Farida
#Virginia #Lotim #tembakau