Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BBPOM Mataram Ingatkan Risiko Kosmetik Instan

Supardi/Bapak Qila • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 09:24 WIB
Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia saat menandatangani komitmen bersama untuk menghadirkan Kosmetik aman, pada acara penggalangan komitmen pengusaha kosmetik dan stakeholder, Kamis (28/8)
Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia saat menandatangani komitmen bersama untuk menghadirkan Kosmetik aman, pada acara penggalangan komitmen pengusaha kosmetik dan stakeholder, Kamis (28/8)

LombokPost-Kosmetik kini tak hanya digunakan orang dewasa, remaja bahkan anak SMP sudah mulai mengenalnya.

Kondisi ini mendorong BBPOM Mataram bersama TP PKK NTB memperketat edukasi agar produk yang beredar aman.

“Kami harap para produsen dan pengusaha kosmetik ini mencari informasi yang sedalam-dalamnya sebelum memproduksi dan memasarkan kosmetik. Apa kandungan dan efek dari kosmetik tersebut,” terang Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia pada acara penggalangan komitmen pelaku usaha kosmetik dan stakeholder di Lotim, Kamis (28/8).

Rata-rata pengusaha kosmetik di Lotim hanya fokus pada penjualan, sedikit yang menjadi produsen.

Karena itu, ia meminta produsen lebih cermat mengkaji bahan yang akan digunakan.

Disebutkan NTB memiliki banyak sumber daya alam (SDA) yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, seperti rumput laut, kopi, kelor, dan lainnya.

Namun ia menekankan pentingnya mengkaji kandungan bahan-bahan tersebut sebelum diproduksi.

Ia juga menyoroti maraknya penggunaan produk kecantikan di kalangan remaja.

Perkembangan media sosial membuat generasi muda cepat mengenal dan tertarik dengan kosmetik.

Namun, dia berharap penggunaan kosmetik harus diiringi dengan pemahaman yang tepat.

“Kalau dulu mulai pakai kosmetik saat SMA, sekarang sejak usia sangat muda sudah mulai mencoba. Itu sebagai bentuk menyayangi diri, tapi harus diiringi edukasi dan pemahaman yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBPOM Mataram Yosef Dwi Irwan menyampaikan, industri kosmetik saat ini mengalami pertumbuhan pesat, bahkan menjadi salah satu penggerak ekonomi.

Pada 2024 lalu, perputaran ekonomi dari kosmetik mencapai Rp120 triliun.

“Kosmetik bukan hanya milik perempuan. Laki-laki juga tidak terlepas dari kosmetik. Setiap hari kita pakai kosmetik, mulai dari sabun, sampo, pasta gigi, sampai deodoran. Kita tidak bisa lepas dari kosmetik,” jelasnya.

Ia meminta konsumen lebih berhati-hati memilih kosmetik dengan mengecek kemasan, label, dan izin edar produk.

Ia juga mengingatkan konsumen tidak tergiur janji instan, karena berisiko mengandung merkuri atau bahan berbahaya.

Bahkan ia menyarankan konsumen mengunduh BPOM Mobile untuk memastikan keaslian produk.

“Melalui kegiatan ini kami harap bisa mendorong pelaku usaha lebih bertanggung jawab dalam memasarkan produk, sekaligus memperkuat edukasi kepada konsumen agar generasi muda NTB terlindungi,” tutupnya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
#kosmetik #BBPOM #Lotim #merkuri adalah