Mereka berbondong-bondong mengikuti puncak Hultah Akbar NWDI ke-90.
Antusiasme jamaah terlihat dari mereka yang menempati lokasi sejak dini hari.
Setiap tahun hal itu diperlihatkan sebagai wujud kecintaan organisasi dan pendirinya, Al-Maghfurullah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid.
Acara turut dihadiri sejumlah pejabat, termasuk perwakilan Gubernur NTB, Wakil Bupati Lombok Timur, dan Kapolda NTB, serta ulama internasional seperti Syaikh Dr Ibrahim Sulaiman Al Hud-hud dan Syaikh Habib Jindan bin Naufal.
Kehadiran mereka memperkaya rangkaian acara dengan pesan persatuan, ukhuwah, dan kelanjutan perjuangan para ulama.
Dalam tausiyahnya, Ketua PB NWDI TGB Dr Muhammad Zainul Majdi mengajak jamaah untuk menampakkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW melalui peringatan maulid, sekaligus menegaskan pentingnya semangat dakwah yang tidak mudah menyerah.
Di saat yang sama, ia menekankan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi hakikatnya merupakan yayasan wakaf, kami para zurriyat hanya bertindak sebagai nazir dengan amanah menjaga dan memakmurkannya.
“Perjuangan Maulanasyaikh harus terus dilanjutkan. Kami akan istiqamah menjaga amanah wakaf ini agar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi umat, bangsa, dan negara,” tegas TGB.
Rangkaian Hultah Akbar NWDI Ke-90 berlangsung khusyuk dan tertib, mencerminkan kekompakan jamaah NWDI sekaligus menjadi momentum syukur atas sembilan dekade perjalanan perjuangan organisasi ini.
Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi (YPH) PPD NWDI Dr H Djamaludin menerangkan, rangkaian kegiatan Hultah NWDI ke-90 dilaksanakan dengan menggelar 25 rangkaian kegiatan.
"Dalam dua hari, kita melaksanakan pawai akbar yang diikuti oleh puluhan ribu jamaah NWDI dari seluruh Indonesia," kata Djamal.
Dalam kesempatan yang sama, selaku penanggung jawab kegiatan Hultah NWDI ke-90, Djamal menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tahunan tersebut.
Tidak lupa ia mengucapkan terima kasih pada warga Pancor sebagia tuan rumah yang menyediakan kampung halamannya untuk tamu yang datang. (tih)
Editor : Pujo Nugroho