Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mahasiswa Tolak Alih Fungsi Kebun Raya Lemor Menjadi Sekolah Garuda

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 26 September 2025 | 18:49 WIB

Ketua DPRD Lotim Muhammad Yusri saat menemui puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani Menggugat saat melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Lotim.
Ketua DPRD Lotim Muhammad Yusri saat menemui puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani Menggugat saat melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Lotim.
 

Lombokpost-Aliansi Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani Menggugat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati dan DPRD Lotim. Mereka menolak pembangunan SMA Unggulan Garuda Nusantara yang rencananya dibangun di kawasan Kebun Raya Lemor, Kecamatan Suela.

“Kami tidak menolak pendidikan, tetapi kami menolak lokasi pembangunan sekolah itu. Kebun Raya Lemor terlalu vital untuk dijadikan lokasi pembangunan, karena tempat itu menjadi pusat sumber air dan pertanian masyarakat," terang Wakil Presiden Mahasiswa UGR Wahyu dalam orasinya, Kamis (25/9).

Massa aksi meminta pemerintah meninjau kembali keputusan pemanfaatan lahan Kebun Raya Lemor sebagai lokasi pembangunan sekolah Garuda. Pembangunan tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kebutuhan hidup ribuan warga, terutama masyarakat yang hidup dari pertanian. 

“Kami minta supaya pembangunan sekolah Garuda ini dibangun di tempat lain yang tidak memiliki fungsi krusial seperti Kebun Raya Lemor,” ujarnya.

Mereka juga mendesak pemerintah menertibkan pembangunan ekstraktif di Lotim serta menutup tambang ilegal yang beroperasi. Massa aksi menuntut pertanggungjawaban atas dampak yang ditimbulkan.

"Kami juga mendorong supaya Pemkab Lotim ikut andil dalam menyerap hasil pertanian di Lotim, agar petani bisa diuntungkan," tutupnya.

Sementara itu Ketua DPRD Lotim Muhammad Yusri saat menemui massa aksi mengapresiasi aspirasi yang disampaikan. Terkait tuntutan alih fungsi lahan produktif, DPRD Lotim sepakat menolak.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan semua OPD terkait, bahkan dengan bupati agar alih fungsi lahan tidak lagi dilakukan. Karena hal itu sangat merusak," ujarnya.

Sementara terkait penolakan pembangunan sekolah Garuda di kawasan hutan Lemor, diakui merupakan program nasional. Lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan disebut akan melalui proses kajian untuk melihat dampak yang ditimbulkan.

"Itu akan dilakukan kajian dan tentu akan dipelajari seperti apa dampak positif dan negatifnya. Karena ini butuh kajian dan ini belum 100 persen dilakukan. Saya rasa pemerintah pusat juga lebih tahu kondisi dari Kebun Raya Lemor itu," katanya. (par/r7) 

Editor : Prihadi Zoldic
#Sekolah Garuda #tambang #Lotim