DI BALIK bangunan sederhana MTs NW Benteng di Desa Lendang Nangka Utara, tersimpan semangat besar yang menjulang. Sekolah yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang lahirnya prestasi. Salah satunya lewat sosok Qismika Anis Asyuro, siswi yang mengharumkan nama madrasah lewat karate.
Sekolah ini jauh dari perkotaan, bangunannya sederhana hanya dua lantai. Namanya tidak setenar sekolah negeri, namun prestasi siswanya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Hal itu terlihat dari puluhan piala dan piagam yang tertata rapi di lemari serta dinding ruang guru. Lemari berukuran sedang itu sudah penuh, hingga beberapa piala terpaksa diletakkan di atas meja guru.
Terbaru, prestasi membanggakan diraih salah seorang siswi pada kejuaraan karate antar Ranting INKANAS Ulil Albaab Cup IV tingkat NTB, yang digelar di Pondok Pesantren Ulil Albaab NW Gegek, Kecamatan Montong Gading, 28 September 2025 lalu.
Dia adalah Qismika Anis Asyuro, 14 tahun. Dalam kejuaraan itu ia turun di tiga kategori lomba dan berhasil membawa pulang dua gelar, yakni juara III kategori beregu pemula cadet putri dan juara II kategori festival kata putri.
“Alhamdulillah sejauh ini saya sudah berhasil meraih tiga prestasi pada kejuaraan karate, mulai dari tingkat kabupaten dan tingkat Provinsi. Dan ini pertama kali saya mengikuti kejuaraan tingkat Provinsi dan berhasil meraih dua medali sekaligus,” terang Qismika kepada Lombok Post, Selasa (30/9).
Siswi kelas IX ini mulai menekuni karate sejak kelas VII tahun 2023 lalu. Ia bergabung karena tertarik dan menyukai seni bela diri, khususnya karate. Kesukaan itu ia asah melalui ekstrakurikuler karate di sekolah.
“Di rumah juga latihan mandiri, karena saya memang suka sekali dengan bela diri,” bebernya.
Sebulan sebelum kejuaraan, intensitas latihannya meningkat. Selain di sekolah, ia juga berlatih tambahan di rumah pelatih.
Melihat pencapaian ini, Qismika berharap bisa menjadi atlet profesional karate yang membanggakan sekolah dan orang tua di tingkat nasional bahkan internasional.
“Alhamdulillah orang tua selalu mendukung,” tutup gadis kelahiran Benteng Utara ini.
Kepala Madrasah MTs NW Benteng Epi Putranadi mengatakan, prestasi siswa-siswinya sudah cukup banyak, terutama di bidang non akademik. Seperti karate, pramuka, silat, dan lainnya. Pada kejuaraan itu, sekolah mengutus dua peserta, namun hanya satu yang meraih prestasi.
“Untuk mengembangkan bakat dan minat anak-anak kita ada ekstrakurikuler mulai Drum Band, Hadroh, Pencak Silat, Karate, Olimpiade IPA dan Futsal,” katanya.
Qismika dikenal sebagai siswi aktif dan berprestasi. Selain karate, ia juga mengikuti sejumlah kegiatan ekstrakurikuler lain seperti pramuka.
Melalui kegiatan ekstrakurikuler, sekolah berupaya melatih mental siswa sekaligus mengembangkan bakat mereka.
“Kami berharap semua anak-anak bisa mengikuti ekstrakurikuler ini, supaya bakat mereka bisa dikembangkan,” ujarnya. (*/r7)
Editor : Jelo Sangaji