Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

UI Dampingi Kader dan Ibu Baduta di Kecamatan Jerowaru dalam Praktik Pembuatan MPASI Sehat

Kimda Farida • Kamis, 2 Oktober 2025 | 10:15 WIB
Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kecamatan Jerowaru dengan kegiatan pendampingan kader dan praktik pembuatan MPASI Sehat.
Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kecamatan Jerowaru dengan kegiatan pendampingan kader dan praktik pembuatan MPASI Sehat.

LombokPost--Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kecamatan Jerowaru dengan kegiatan pendampingan kader dan praktik pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sehat bersama ibu baduta (bawah dua tahun), Kamis (24/9).

Kegiatan ini berfokus pada penerapan resep lokal Rempah Lombok yang memanfaatkan bahan pangan lokal, sederhana, bergizi, dan terjangkau.

Kegiatan berlangsung di dua desa, yaitu Jerowaru dan Pemongkong, dengan melibatkan puluhan kader serta ibu baduta.

Tujuannya adalah agar masyarakat, khususnya para ibu, memperoleh keterampilan praktis dalam menyiapkan MPASI sesuai standar gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Pendampingan dari pakar keperawatan FIK UI ke para ibu di Kecamatan Jerowaru menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam proses pemberian gizi seimbang kepada anak.
Pendampingan dari pakar keperawatan FIK UI ke para ibu di Kecamatan Jerowaru menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam proses pemberian gizi seimbang kepada anak.

Di Desa Jerowaru, pendampingan dipimpin oleh Ns. Astuti, M.Kep., Sp.Kep.An., Pakar Spesialis Keperawatan Anak, dan Ns. Syamikar Baridwan Syamsir, M.Kep., Sp.Kep.K., Pakar Spesialis Keperawatan Keluarga.

Keduanya menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam proses pemberian gizi seimbang kepada anak.

“Pencegahan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu. Seluruh keluarga harus berperan aktif, mulai dari memilih bahan pangan yang sehat, cara memasak yang benar, cara menyiapkan makanan yang benar hingga mendukung kebiasaan makan anak sehari-hari,” jelas Ns. Astuti.

Sementara itu, di Desa Pemongkong, praktik pembuatan MPASI difasilitasi oleh Dr. Fajar Tri Waluyanti, M.Kep., Sp.Kep.An., serta Prof. Dr. Nani Nurhaeni, M.N., Pakar Keperawatan Anak.

Mereka bersama kader dan ibu rumah tangga mempraktikkan langsung berbagai menu Rempah Lombok, yang berbasis bahan pangan lokal seperti sayur mayur, ikan, dan rempah khas daerah.

“Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, masyarakat bisa menyediakan makanan bergizi tanpa harus mahal. Justru dari dapur sederhana, kita bisa membangun generasi yang lebih sehat dan kuat,” ungkap Prof. Nani.

Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari para ibu baduta yang mengikuti praktik secara langsung.

Selain belajar teori gizi, mereka juga diajak memasak bersama, mencicipi hasil olahan, dan berdiskusi mengenai variasi menu harian untuk anak.

“Upaya sederhana di dapur desa hari ini adalah investasi besar bagi masa depan anak-anak Lombok Timur,” pungkas Dr. Fajar.

Dengan adanya praktik langsung ini, para kader dan ibu baduta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan nyata yang bisa diterapkan sehari-hari.

Pendampingan yang dilakukan Universitas Indonesia bersama masyarakat Jerowaru dan Pemongkong menunjukkan bahwa pencegahan stunting bisa dimulai dari langkah sederhana di dapur rumah.

Dari tangan-tangan ibu di desa, harapan besar untuk melahirkan generasi sehat dan bebas stunting di Lombok Timur terus tumbuh.

Editor : Kimda Farida
#fik ui #pengabdian masyarakat