Lombokpost- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Selong, menjalin kerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim, dalam program hijau dan produktif, untuk penggemukan sapi ternak. Kerja sama ini dalam rangka membina karakter dan menyiapkan warga binaan yang kompeten dalam peternakan.
“Kolaborasi ini dalam rangka memperkuat program kesehatan hewan dan pengembangan ternak di Pos Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Menanga Baris,” terang Kepala Lapas Kelas II B Selong, Ahmad Sihabudin, Senin (6/10).
Kata dia, dalam program tersebut, Disnakeswan akan memberikan pelatihan kesehatan hewan dengan membekali warga binaan dan pengelola Pos SAE, terkait pengetahuan dasar tentang peternakan dan kesehatan hewan.
Disnakeswan Lotim juga akan memberikan pelatihan penggemukan sapi, meningkatkan keterampilan dalam budidaya ternak dan pengelolaan pakan, untuk memastikan kesehatan hewan tetap terjaga.
“Dengan langkah ini, Lapas Selong tidak hanya membina karakter warga binaan, tapi juga membangun kemandirian ekonomi berbasis peternakan yang berkelanjutan, “ jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Lotim menyampaikan pos SAE Menanga Baris, saat ini sudah memiliki 25 ekor sapi jenis Bali. Sehingga dengan adanya kerja sama ini peternak yang merupakan warga binaan dan petugas Lapas bisa lebih paham tata cara beternak yang baik dan benar.
“Kita akan dampingi peternak di sana (Pos SAE). Bagaimana perawatan ternak, pembersihan kandang, pembuatan pakan, dan bagaimana mendeteksi penyakit dan lainnya, “ ujar Hultatang.
Disnakeswan nantinya akan menempatkan petugas kesehatan hewan untuk membimbing peternak. Potensi penggemukan sapi di pos SAR dinilai cukup bagus. Terlebih lahan tersebut cukup luas sehingga peternak tidak akan kesulitan mendapatkan pakan.
Sebelumnya, kegiatan peternak di tempat tersebut, sudah jalan. Hanya saja belum dikelola dengan maksimal, karena peternak belum terlalu paham tentang peternakan.
“Luas lahannya sekitar 15 hektar, jadi tidak akan kesulitan untuk mendapatkan pakan. Kita belum tahu apakah nanti di sana (Pos SAE) akan difokuskan untuk penggemukan, pembibitan atau dua-duanya, “ jelasnya.
Disnakeswan juga akan meningkatkan pembinaan terhadap peternak. Dengan harapan warga binaan lebih paham terkait masalah-masalah ternak. Sehingga setelah masa binaan selesai. Warga binaan lebih paham cara beternak yang baik dan bisa dilanjutkan set kembali ke masyarakat.
“Kita kan ajarkan bagaimana mendeteksi sapi ketika birahi, mengolah pakan, merawat ternak dan sebagainya. Sehingga nanti mungkin bisa dikengembangkan di tempat masing-masing,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam