“Tidak tahu sampai kapan penundaan ini,” terang Baiq Dewi Rukanti Kepala SDN 2 Masbagik, salah satu sekolah sasaran, Senin (20/10).
Ia mengatakan sehari sebelumnya pihak sekolah telah menerima surat pemberitahuan terkait penghentian sementara pengantaran MBG sejak 16 Oktober hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Setelah menerima surat tersebut, pihaknya langsung mengumumkan kepada seluruh siswa agar tidak menunggu atau berharap MBG datang. Pasalnya, antusiasme siswa terhadap program ini cukup tinggi.
“Begitu dapat surat saya langsung umumkan kepada siswa supaya mereka tidak bertanya dan menunggu kedatangan MBG. Kami juga sudah umumkan kepada wali murid,” katanya.
Ia menjelaskan pihak sekolah juga telah mengonfirmasi langsung ke pihak dapur. Penundaan ini bersifat sementara karena dapur masih menunggu proses pencairan dana operasional di bank.
Menurutnya, program MBG sangat baik karena tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga mengurangi pengeluaran siswa di sekolah. Bahkan makanan yang disalurkan selalu disukai para siswa.
Ia berharap pihak dapur bisa kembali menyalurkan makanan MBG karena anak-anak kemungkinan akan menanyakan dan merindukan menu tersebut. Apalagi penundaan ini hanya terjadi di satu dapur, sementara sekolah lain tetap menerima MBG setiap hari.
Pendistribusian MBG ke SDN 2 Masbagik Selatan diakuinya belum lama berjalan, sekitar satu bulan. Di sekolah itu terdapat 372 siswa penerima MBG. Pembagian makanan biasanya dilakukan serentak saat jam istirahat pertama.
“Kami sempat tanya apakah bisa pindah dapur atau tidak, tapi tidak bisa. Mudah-mudahan bisa segera beroperasi,” ujarnya.
Sementara pihak SPPG saat dihubungi belum memberikan respons terkait penundaan tersebut. Pantauan Lombok Post di dapur MBG Desa Setanggor, Kecamatan Sukamulia, menunjukkan kondisi dapur tampak sepi tanpa aktivitas memasak. Hanya satu petugas kebersihan terlihat membersihkan area sekitar dapur.
Semua pintu dan jendela dapur tertutup rapat. Sementara omprengan di lantai atas sudah dibersihkan dan ditata rapi.
Editor : Siti Aeny Maryam