Hari itu pemuda Desa Sakra yang tergabung dalam Sakra Millenial Bekerisan tengah melakukan Pagelaran Budaya dan Tosan Aji tingkat Nasional.
Suara arang yang tertiup mesin blower bersahutan dengan dentuman besi yang tengah ditempa.
Suara itu menyambut para pengunjung yang melangkah masuk ke Bale Sangkep, sebuah gedung serbaguna yang saat itu menjadi pusat kegiatan kebudayaan.
Begitu masuk ke dalam, aroma logam dan asap memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang terasa magis. Di dalamnya, puluhan hingga ratusan senjata tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dipajang rapi. Ada yang diletakkan di atas meja, ada pula yang berdiri di stand khusus.
Mulai dari tombak, keris, parang, pisau, hingga senjata tradisional lainnya yang mencuri perhatian.
Ketua Sakra Millenial Bekerisan Lalu Romi Agustana Sakraji mengatakan, acara tersebut merupakan gelaran budaya dan tosan aji yang dirangkai dengan berbagai kegiatan, mulai dari kirab pusaka, demo pembuatan keris, pameran benda pusaka, hingga bursa jual beli senjata tradisional.
"Ini perdana dilakukan di Lotim. Kalau di NTB sudah sering. Mudah-mudahan acara ini bisa diselenggarakan setiap tahunnya," terang pria yang akrab disapa Mamiq Romi itu, Minggu (2/11).
Pameran dan bursa senjata tradisional digelar di dua lokasi berbeda. Pameran pusaka dilakukan di area tertutup karena tidak semua senjata tradisional dapat ditampilkan secara terbuka. Keris yang dipamerkan merupakan pusaka tua peninggalan masa kerajaan terdahulu.
"Yang dipamerkan ini benda pusaka khusus, makanya digelar lebih tertutup dan tidak boleh difoto atau direkam. Cukup dilihat saja," katanya.
Sementara di area bursa, pengunjung bisa melihat dan membeli berbagai senjata tradisional dari Lombok maupun daerah lain, seperti Jawa, Bali, Madura, dan NTT. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Selama pagelaran berlangsung, antusias masyarakat cukup tinggi. Banyak senjata dan perlengkapan pusaka terjual, dan setiap malam bursa keris selalu ramai dikunjungi.
Baca Juga: Keris Benda Antik dan Berkelas, Warangka Bisa Setara Iphone Terbaru
"Alhamdulillah minat masyarakat cukup tinggi. Ada puluhan yang sudah laku terjual. Belum lagi ada yang beli minyak keris, cincin, gagang keris, sarung, dan benda-benda lainnya," ungkapnya.
Selain melihat hasil jadi, pengunjung juga bisa menyaksikan proses pembuatan keris secara langsung melalui demo yang menampilkan cara membuat bilah, gagang, sarung, dan aksesori keris. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi sarana edukasi bagi pengunjung.
Ia berharap generasi muda berperan aktif menjaga adat dan budaya di masyarakat, khususnya di Desa Sakra. Sebab, generasi muda adalah penerus yang diharapkan mampu mempertahankan budaya di tengah arus modernisasi.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Serahkan Surat Pencatatan Ciptaan pada Acara Gelar Budaya Tosan Aji Nasional Pesona Keris di Lombok
"Kita butuh generasi ke depannya, di tengah zaman digitalisasi ini, jangan sampai budaya yang ada di masyarakat tergerus oleh zaman kemudian hilang begitu saja dan hanya meninggalkan cerita dan nama," katanya.