Lombokpost-Banjir rob yang kerap melanda Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, kembali dikeluhkan warga. Pemerintah desa mendesak Pemkab Lombok Timur segera memperbaiki tanggul yang rusak untuk mencegah air laut masuk ke permukiman.
"Ketika banjir rob terjadi dampaknya sampai ke pekarangan rumah warga. Memang sebelumnya kami sudah buatkan tanggul, tapi kondisinya sudah tidak layak," kata Kepala Desa Seruni Mumbul Tadjuddin, Minggu (2/11).
Banjir rob yang biasanya datang setiap bulan purnama melanda Dusun Mandar dan sebagian Dusun Berang Tapen. Sekitar 100 kepala keluarga terdampak setiap kali air laut pasang dan masuk ke rumah warga. Warga pun terpaksa mengungsikan barang-barang mereka setiap kali banjir datang.
"Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan memperbaiki tanggul itu. Kami berharap Pemkab bisa segera mengatasi masalah ini," imbuhnya.
Kondisi ini membuat masyarakat dua dusun terbiasa menghadapi banjir rob. Setiap menjelang bulan purnama, warga sudah bersiap memindahkan barang ke tempat lebih aman.
Meski banjir tidak sampai merusak rumah, Tadjuddin khawatir genangan air dengan ketinggian sekitar satu meter itu berdampak pada kesehatan masyarakat.
"Banjir ini membawa sampah ke permukiman dan menimbulkan genangan. Kami khawatir akan menjadi sumber penyakit seperti DBD," jelasnya.
Kini sebagian besar rumah warga di Dusun Mandar sudah berupa bangunan beton. Rumah panggung yang dulu jadi ciri khas kini jarang terlihat karena sulitnya mendapatkan bahan kayu.
"Kayunya sekarang sulit ditemukan. Karena kayu yang dibutuhkan itu betul-betul kayu kualitas super," katanya.
Wakil Ketua BPD Desa Seruni Mumbul Muhammad Saleh menambahkan, banjir rob di pesisir desanya sudah terjadi sejak lama.
"Sekitar tahun 2007-2008 pemerintah sudah membangun tanggul, tapi kondisinya sekarang sudah tidak layak lagi untuk melindungi warga," ujarnya.
Banjir juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Ikan yang dijemur di pekarangan kerap hanyut terbawa air, sementara lingkungan menjadi kotor dan tergenang.
Editor : Siti Aeny Maryam