Lombokpost- Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) Moh. Edwin Hadiwijaya mendorong implementasi program keuangan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika fiskal daerah.
Hal itu ditegaskan dalam rapat Koordinasi dengan jajaran manajemen PT Selaparang Finansial.
"Dinamika fiskal daerah tahun 2025 ini sangat ekstrem. Transfer Keuangan Daerah (TKD) kita dipotong hingga Rp 329 miliar," terang Wabup Moh. Edwin Hadiwijaya, Rabu (11/5)
Kendati demikian, ia mencatat dana yang ditarik ke pusat dikembalikan dalam bentuk kegiatan Instruksi Presiden (inpres). Seperti kegiatan revitalisasi sekolah dan program lainnya.
Baca Juga: Dana Transfer Umum Dipotong Rp 270 Miliar, Anggaran 2026 Anjlok!
PT Selaparang Finansial, sebagai lembaga keuangan yang sifatnya pembiayaan, diharapkan dapat mempertimbangkan aspek keuangan berkelanjutan, sebagai fokus investasi dan penyaluran anggaran untuk tahun 2026.
Direktur Utama PT Selaparang Finansial Iva Nuril Solihani berjanji akan mengoptimalkan target yang telah ditetapkan.
Diakui masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki untuk memaksimalkan target di tahun 2025.
"Dengan sisa yang ada, kami bisa mengoptimalkan apa yang ada pada kami,” katanya.Baca Juga: 2019 PT Selaparang Finansial, Setor Dividen Rp 5,5 Miliar
Disebut arahan Wabup sangat penting sebagai panduan dalam menerapkan rencana aksi keuangan berkelanjutan. Dan memastikan PT Selaparang Financial terus beroperasi secara berkesinambungan, tumbuh, dan aktif membantu dalam kegiatan sosial maupun program lingkungan.
Rakor ini menjadi juga menjadi landasan penting bagi PT Selaparang Finansial untuk menyusun program kerja tahun 2026, yang lebih selaras dengan kebijakan pemerintah daerah, terutama dalam hal pembiayaan berkelanjutan dan dukungan terhadap target pembangunan daerah. (*)
Editor : Marthadi