Lombokpost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) dituntut lebih kreatif dan inovatif mengelola sumber daya daerah menyusul penyesuaian transfer keuangan pusat pada 2026. Kondisi ini berdampak pada optimalisasi program yang telah direncanakan pemerintah daerah.
“Pemerintah pusat tetap berkomitmen menjaga keseimbangan pembangunan dengan memberi ruang bagi pemerintah daerah meningkatkan kapasitas dan kreativitasnya,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin seusai paripurna penyampaian penjelasan rancangan KUA dan PPAS APBD Lotim 2026, Senin (17/11).
Pada 2026, transfer keuangan ke Lotim mencapai lebih dari Rp 402 miliar yang meliputi DAU, DAK, DBH, Dana Desa, dan DID.
Kebijakan penyesuaian transfer daerah ini membuat pelaksanaan program dan kegiatan yang direncanakan pemerintah daerah kurang optimal.
“Kami harap semua OPD harus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat. Sehingga dapat mengoptimalkan program dan kegiatan pemerintah pusat, terutama yang selaras dengan visi misi kita,” katanya.
Ia mengatakan presiden telah menginstruksikan agar pemerintah daerah aktif berkunjung ke kementerian untuk menjemput program. Beberapa hari terakhir ia mengunjungi sejumlah kementerian dan telah mendapatkan berbagai program.
Pada 2026 sejumlah program akan diterima Lotim, di antaranya program Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat. Program ini sudah diverifikasi dan lahan untuk pembangunan sekolah juga disiapkan.
“Semua persyaratan sudah kita siapkan dan tidak ada hambatan terhadap persyaratan-persyaratan itu,” katanya.
Dua sekolah tersebut akan dibangun di wilayah utara dan selatan. Sekolah Garuda akan dibangun di utara, sedangkan Sekolah Rakyat akan digeser ke selatan di Kecamatan Jerowaru. Pembangunan ini diharapkan mengangkat perekonomian masyarakat di kedua wilayah.
Selain pendidikan, ia juga melaporkan kondisi jalan di Lotim kepada Kementerian PU. Meskipun Pemkab Lotim telah mengalokasikan anggaran dengan skema tahun jamak untuk perbaikan jalan, anggaran itu dinilai belum mampu memperbaiki seluruh ruas yang rusak.
“Kami sudah sampaikan supaya Kementerian PU bisa membantu menganggarkan perbaikan jalan-jalan di Lotim. Karena kalau kita hanya mengandalkan anggaran tahun jamak hanya sebagian yang bisa diperbaiki,” katanya.
Selain itu, bupati juga meminta Bendungan Pandan Duri dibuatkan pintu pembuangan di sebelah timur, sehingga masyarakat di timur Lotim dapat terairi.
“Kami juga sudah minta supaya Desa Tanjung Luar, Labuhan Haji dibuatkan tanggul, karena sangat rawan terjadi banjir rob. Banyak program yang kita minta, mudah-mudahan bisa terlaksana,” ungkapnya. (par/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post