Lombokpost-Guna mempercepat beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih di Lombok Timur (Lotim). Bupati Lotim siap memberikan hak pakai bahkan hibah lahan milik daerah untuk pembangunan kantor koperasi merah putih.
"Pembangunan koperasi merah putih di Lotim saat ini terkendala lahan. Karena memang desa-desa ini tidak punya lahan. Sehingga desa-desa ini perlu arahan dan perlu keterlibatan banyak pihak, " terang Bupati Lotim, Haerul Warisin saat Rakor percepatan pembangunan koperasi merah putih bersama Dandim dan seluruh kepala desa di Kodim 1615 Lotim, Selasa (25/11).
Diakui saat ini koperasi merah putih yang sudah berjalan di Lotim baru dua unit. Hal ini dikarenakan pembangunan koperasi menemui banyak kendala. Mulai dari lahan, modal dan lainnya.
Menurutnya, untuk modal koperasi tidak perlu dikhawatirkan, terpenting ada usaha yang dijalankan. Dengan begitu, maka koperasi akan mudah mengusulkan bantun modal di bank Himbara.
"Kalau masalah modal ini sebenarnya tidak perlu bingung. Padahal kalau memang ada usaha, clear semuanya tinggal usulkan di bank pasti diberikan dengan bunga lebih rendah, " katanya.
Menurutnya tinggal kemauan dan kreativitas dari masing-masing pengelola koperasi untuk membuat usaha. Salah satu usaha yang berpotensi untuk dikembangkan ialah usaha sembako. Mengingat sembako menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Usaha sembako dengan harga yang sedikit lebih murah, dipastikan akan berjalan dan berkembang. Untuk memaksimalkan koperasi ini membutuhkan kolaborasi dengan Pemkab Lotim dan pihak-pihak lainnya.
"Pembangunan koperasi ini harus kita sama-sama. Para Kades ini harus kita terus semangati. Karena kades ini masih meraba-raba, masih bingung bagaimana caranya dan apa yang harus dilakukan. Untuk itu kita harus berkolaborasi, " jelasnya.
Kata dia, sepanjang ada lahan aset daerah di desa itu. Pemkab Lotim siap memberikan dengan status pinjam pakai untuk pembangunan kantor koperasi merah putih agar cepat beroperasi.
Akan tetapi, jika koperasi tersebut berjalan dengan baik dan berkembang, maka Pemkab Lotim siap menghibahkan lahan tersebut ke Pemdes. Namun jika koperasi masih meragukan, maka status lahan hanya sebatas pinjam pakai.
"Kita akan verifikasi semua usaha mereka dulu, jika bisa berjalan dan berpotensi untuk berkembang maka kita akan hibahkan aset itu, " katanya.
Koperasi desa merah putih, wajib berkolaborasi dengan dapur MBG. Dengan memanfaatkan tanah Pecatu milik desa untuk pertanian maupun Peternakan guna memenuhi kebutuhan dapur MBG. Mengingat saat ini dapur MBG masih sangat kekurangan bahan baku.
Jika program tersebut dijalankan, ia memastikan semua koperasi desa akan berjalan maksimal. Dan dapur MBG tidak akan kekurangan bahan baku dan kualitas makan akan semakin baik.
Sebelumnya, Kadis Koperasi dan UMKM Lotim Baiq Farida Apriani menyampaikan pembentukan Koperasi merah putih di Lotim saat ini fokus pada pembentukan struktur kepengurusan atau kelembagaan koperasi dan pelatihan kepada para pengurus yang telah terbentuk.
"Saat ini kita fokus pada pembentukan dan pelatihan kepada pengurus dan saat ini masuk angkatan ke IV. Masing-masing desa ada lima orang pengurus," terangnya.
Sementara terkait koperasi yang sudah memiliki lahan untuk pembuatan kantor, diakui saat ini pihaknya belum mendapatkan data pasti. Masing-masing koperasi diharuskan menyiapkan lahan seluas 10 are.
Kata dia, sesuai ketentuan pembangunan kantor diperbolehkan menggunakan lahan aset milik desa, Pemda, Pemprov maupun pemerintah pusat . Namun status penggunaan lahan tersebut bersifat hak guna pakai dan tidak boleh menjadi hak milik koperasi.
Editor : Siti Aeny Maryam