Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pelaku UMKM Di Lotim Keluhkan Penerima Bantuan Modal Banyak Diterima Perangkat Desa dan Orang Yang Tidak Punya Usaha

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 28 November 2025 | 07:32 WIB

 

sejumlah pelaku UMKM di Kecamatan Selong saat menerima bantuan modal usaha di kantor kecamtan beberapa waktu lalu
sejumlah pelaku UMKM di Kecamatan Selong saat menerima bantuan modal usaha di kantor kecamtan beberapa waktu lalu

Lombokpost-Bantuan modal UMKM dari Pemkab Lombok Timur (Lotim) yang mulai disalurkan beberapa hari lalu menuai banyak protes dari pelaku UMKM. Protes muncul setelah data penerima beredar luas di media sosial.

Dalam protes tersebut, bantuan dinilai tidak tepat sasaran. Karena banyak diterima perangkat desa, kepala wilayah (Kawil) serta orang-orang dekat kepala desa yang tidak memiliki usaha.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lotim Haerul Warisin menyampaikan, pihaknya akan menindaklanjuti dan memperbaiki data, jika terbukti bantuan tidak sesuai sasaran. Hal itu akan menjadi masukan bagi Pemkab Lotim.

“Kalau memang ada kritikan dan ada pelanggaran, maka data itu kita akan ubah. Jangan sampai ada kekeliruan. Saya tidak mau ada kekeliruan di lapangan,” tegasnya, Kamis (27/11).

Kata dia, pembagian bantuan usaha sengaja dilakukan di akhir bulan November untuk memastikan penerima merupakan UMKM yang benar-benar memiliki usaha dan menghindari kekeliruan data. Menurutnya, UMKM yang protes merupakan pelaku usaha yang tidak menerima bantuan karena tidak mengusulkan dan tidak mengetahui persyaratan.

Ia mengakui, banyak pelaku UMKM menyampaikan protes langsung kepadanya karena tidak mendapatkan bantuan modal, sementara sebagian penerima tidak memiliki usaha. Karena itu, pihaknya akan menindaklanjuti aduan untuk diperbaiki.

“Yang melakukan pendataan kan Dinas Koperasi, atas usulan yang masuk dari masyarakat itu sendiri, data itu kemudian langsung diverifikasi dinas,” jelasnya.

Ia menegaskan tidak pernah ikut campur dalam penyaluran bantuan UMKM dan membantah penerima bantuan hanya menyasar tim sukses Pilkada.

“Saya tidak ikut campur dengan bantuan modal ini, dan saya juga tidak tahu tim saya dapat. Karena yang mendata Kadis Koperasi dan Kadis ini kan bukan tim saya juga. Jadi bantuan modal ini memang diserahkan untuk UMKM kita,” tandasnya.

Salah satu desa yang menjadi sorotan adalah Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela. Dalam penyaluran ke Desa Aik Dewa, bantuan disinyalir tidak tepat sasaran karena sebagian besar penerima adalah perangkat desa, keluarga kades, dan masyarakat yang tidak memiliki usaha.

Salah satu sumber Lombok Post di Desa Aik Dewa NA mengungkapkan, hampir 70 persen penerima bantuan modal usaha di Aik Dewa tidak tepat sasaran dan tidak memiliki usaha. Bahkan penerima merupakan perangkat desa dan keluarga dekat kades.

“Kami juga bingung, dari data yang beredar itu kebanyakan yang dapat adalah orang-orang yang tidak punya usaha. Malah yang punya usaha tidak dapat. Bahkan anak-anaknya pak kades yang dapat,” singkatnya.

Kepala Desa Aik Dewa Sosiawan membenarkan beberapa perangkat desa, bahkan keluarga dekatnya terdaftar sebagai penerima bantuan dalam daftar yang beredar. Namun ia mengaku Pemdes tidak pernah mendata atau mengusulkan UMKM untuk menerima bantuan.

“Saya juga bingung dengan data penerima bantuan modal itu, karena kami tidak pernah mendata UMKM atau mengusulkan untuk mendapatkan bantuan itu,” terang Sosiawan saat dikonfirmasi.

Ia mengaku bingung dengan data penerima yang beredar di media sosial. Hingga kini pihak desa belum menerima data resmi dan belum ada pencairan bantuan modal usaha untuk UMKM di Desa Aik Dewa.

Ia juga mengaku berdasarkan data yang beredar banyak penerima tidak memiliki usaha. Ia belum dapat memastikan keaslian data tersebut, termasuk asal usulnya. Selama ini desa hanya melayani pembuatan persyaratan pengajuan modal usaha.

“Kami dulu hanya melayani masyarakat untuk persyaratan mereka saja, misalnya surat keterangan usaha dan persyaratan lainnya, karena tugas kita melayani tanpa membeda-bedakan,” pungkasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#UMKM #protes #Lotim #bantuan modal