Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Distan Lotim Imbau Petani Waspadai Hujan dengan Intensitas Tinggi

Supardi/Bapak Qila • Senin, 1 Desember 2025 | 19:04 WIB

 

LUMBUNG PANGAN: Petani di Desa Tempos, Kecamatan Gerung tampak sudah mulai tanam padi kembali, setelah beberapa hari lalu selesai panen.(HABIBUL ADNAN LOMBOK POST)
LUMBUNG PANGAN: Petani di Desa Tempos, Kecamatan Gerung tampak sudah mulai tanam padi kembali, setelah beberapa hari lalu selesai panen.(HABIBUL ADNAN LOMBOK POST)

Lombokpost-Dinas Pertanian Lombok Timur (Lotim) meminta petani mewaspadai curah hujan tinggi yang berpotensi merusak tanaman.

"Ancaman hidrometeorologi tidak hanya mengakibatkan banjir, intensitas hujan yang cukup tinggi juga akan membuat tanaman rusak," terang Kadis Pertanian Lotim Lalu Fathul Kasturi, Minggu (30/1).

Ia mengatakan, bencana hidrometeorologi tidak dapat dihindari sepenuhnya. Namun, untuk mengantisipasi kerugian besar khususnya di sektor pertanian, petani diminta melakukan langkah pencegahan seperti memantau kondisi tanaman dan memastikan saluran irigasi tetap lancar.

Meski tanaman padi membutuhkan air, genangan berlebihan berdampak buruk bahkan dapat merusak tanaman. Karena itu pemantauan rutin diperlukan.

"Kami juga berharap supaya petani bisa bersama-sama untuk menjaga dan membersihkan saluran irigasi terutama di jaringan tersier yang belum tersentuh bantuan," jelasnya.

Saat ini sebagian besar petani di Lotim memasuki musim tanam. Namun, di beberapa wilayah justru sedang panen sehingga kondisi cuaca dikhawatirkan memengaruhi kualitas dan kuantitas produksi.

Ia juga mengingatkan petani yang memiliki lahan di pinggir sungai untuk tetap waspada, karena area tersebut sangat rentan banjir. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk penanganan dan pencegahan dampak hujan intensitas tinggi.

"Upaya yang tengah kami lakukan ialah membangun saluran irigasi bekerja sama dengan BWS. Ini sebagai langkah antisipasi kerusakan tanaman akibat intensitas hujan tinggi," katanya.

Sebelumnya Kalak BPBD Lotim Lalu Muliadi juga meminta masyarakat tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi. Mengingat puncak musim hujan diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun mendatang.

"Berdasarkan prediksi BMKG hujan dengan intensitas tinggi akan masih terjadi di NTB hingga akhir tahun mendatang, yang dapat merusak sejumlah fasilitas," ujarnya.

Muliadi menyebut hujan deras beberapa hari lalu merendam dua desa di Lotim yakni Desa Seruni Mumbul dan Desa Labuhan Lombok serta merusak jembatan Desa Perigi Kecamatan Suela.

Banjir tersebut juga mengakibatkan ratusan kepala keluarga (KK) di Kecamatan Suela dan Pringgabaya terpaksa mengungsi. Mengantisipasi banjir susulan, pihaknya melakukan berbagai langkah termasuk normalisasi sungai.

"Kita sudah melakukan pengerukan sedimentasi, lumpur di aliran sungai yang ada di Seruni Mumbul. Kemudian kita juga akan meninggikan tanggul. Termasuk kita akan belokkan air ke sungai supaya tidak masuk ke permukiman warga," tutupnya. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Lotim #curah hujan #tanam padi