Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bapenda Lotim Raih Penghargaan Juara I Nasional P2DD

Fatih Kudus Jaelani • Rabu, 3 Desember 2025 | 16:17 WIB

JUARA: Kepala Bapenda Lotim Muksin menerima penghargaan juara I TP2DD nasional di Jakarta, belum lama ini.
JUARA: Kepala Bapenda Lotim Muksin menerima penghargaan juara I TP2DD nasional di Jakarta, belum lama ini.
LombokPost – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Timur menunjukkan komitmen dalam mendorong transformasi digital di sektor keuangan daerah. Komitmen yang dijalankan sepanjang tahun ini diganjar apresiasi berupa penghargaan nasional sebagai juara I TP2DD wilayah Nusa-Papua.

Piala dan piagam penghargaan diterima langsung Kepala Bapenda Lotim Muksin dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2025 di Jakarta, 1 Desember 2025. Rakor tersebut mengusung tema ‘Sinergi Penguatan Digitalisasi Keuangan Daerah Melalui Optimalisasi Belanja dan Peningkatan Layanan Publik’.

“Alhamdulillah, malam ini kami kembali menerima penghargaan dari pemerintah pusat. Penghargaan ini secara khusus diberikan langsung untuk Bapenda Lotim setelah sebelumnya diberikan juga pada Pemkab Lombok Timur yang diterima bapak Bupati,” kata Muksin pada Lombok Post, Selasa (2/12).

Baca Juga: Bapenda Lotim Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK,Pemeriksaan Kepatuhan PDRD Tuntas,  Jika Dioptimalkam Ada Potensi Tambahan PAD Rp 18 Miliar

Lebih jauh dijelaskan, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian Kabupaten Lombok Timur dalam mengakselerasi implementasi digitalisasi keuangan daerah secara efektif dan berkelanjutan.

Muksin menerangkan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah, khususnya tim TP2DD Kabupaten Lotim yang selama ini konsisten mengembangkan inovasi dan memperluas ekosistem transaksi non-tunai.

“Penguatan digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana memastikan layanan publik menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pendapatan daerah,” ujarnya.

Adapun beberapa poin yang ia dapatkan dari rapat koordinasi tersebut berupa pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam memperkuat tata kelola keuangan digital, optimalisasi belanja daerah, serta percepatan layanan publik berbasis digital.

“Bapenda Lombok Timur berkomitmen untuk terus memperkuat inovasi digital—mulai dari layanan pembayaran pajak dan retribusi secara elektronik, integrasi data keuangan daerah, hingga perluasan kanal layanan untuk masyarakat,” tegas Muksin.

Baca Juga: Bapenda Lotim Bantah Kenaikan Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan-P2

Dengan diraihnya penghargaan Juara 1 TP2DD Wilayah Nusa–Papua, Lombok Timur menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang paling progresif dalam penerapan digitalisasi keuangan daerah di kawasan Indonesia Timur.

Sebelumnya, Bapenda Lotim juga diminta menjadi narasumber dalam acara Refreshment Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Badung, Provinsi Bali. Kata Muksin, sebagai daerah dengan progress digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, ia dipercaya menjadi pembicara dalam kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI).

“Dalam kesempatan tersebut, kami menyampaikan cerita sukses penerapan digitalisasi dalam penarikan pajak dan retribusi daerah,” terangnya.

Sistem pemungutan pajak dan retribusi daerah sudah tidak lagi dilakukan secara manual. Selankah demi selangkah, beberapa sumber pajak dan retribusi daerah sudah sepenuhnya didigitalisasi. Mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang tahun ini pembayarannya bisa dilakukan melalui M-Banking.

“Untuk M-Banking kita sudah bekerjasama dengan Bank Mandiri melalui Livin Mandirinya dan Bank NTB Syariah,” terang Muksin.

Baca Juga: Pemkab Lotim Terima Penghargaan Juara I TPAKD Award 2025

Selain PBB, pembayaran pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga sudah dilakukan menggunakan aplikasi My BPHTB.  Selanjutnya, untuk 9 jenis pajak daerah lainnya, sudah digitalisasi melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPDAH).

Upaya tersebut secara bertahap sudah dilaksanakan sejak tahun 2022. Kata Muksin, dengan tetap konsisten menerapkan digitalisasi, masyarakat kian dimudahkan. Dan dampaknya adalah kenaikan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus mengalami tren kenaikan sejak empat tahun terakhir.

“Itulah mengapa, pemerintah pusat melalui Menko Perekonomian, menilai Lombok Timur serius dalam menjalankan pembayaran pendapatan daerahnya melalui sistem digitalisasi. Dan alhamdulillah, tahun ini kami mendapat predikat terbaik I nasional championship TP2DD 2025,” terangnya. 

Selaku narasumber, secara umum ia menyampaikan cerita sukses Kabupaten Lombok Timur dalam menjalankan program TP2DD dan langkah strategis apa yang dilakukan sehingga Lotim bisa secara terus menerus meningkatkan digitalisasi atau pembayaran pajak dan retribusi daerah melalui sistem non tunai.

Lebih jauh, Muksin menerangkan jika dampak positif dalam meningkatkan digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah adalah meningkatkan penghasilan PAD. Jika terus ditingkatkan, maka tren peningkatan PAD diyakini akan terus dapat diraih.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Bapenda Lotim #TP2DD