Lombokpost-Kuota haji Kabupaten Lombok Timur(Lotim) untuk pemberangkatan tahun 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2026, kuota Lotim sebanyak 1.374 dari sebelumnya 800 jamaah.
“Peningkatan ini merupakan dampak dari perubahan sistem alokasi kuota yang saat ini berbasis pada daftar tunggu, bukan lagi berdasarkan rasio populasi muslim,” terang Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lotim Makinuddin, Jumat (5/12).
Peningkatan kuota haji ini seiring bertambahnya kuota yang didapatkan Provinsi NTB dari 4.499 menjadi 5.798 jamaah. Dari 1.374 kuota Lotim, 58 diantaranya untuk lansia.
Namun daftar tunggu jemaah haji di Lotim masih cukup besar. Totalnya mencapai 40.797 orang terdiri dari 35.215 pendaftar reguler dan 5.582 pendaftar lansia.
“Sementara yang mendaftar juga terus bertambah. Tapi kami berharap dengan kuota haji yang bertambah, dapat mengurangi antrean panjang jamaah haji kita,” terangnya.
Makinuddin menyampaikan, struktur organisasi dan sistem kuota haji berubah, pelayanan di lapangan tidak mengalami perubahan. Namun, proses pemeriksaan kesehatan dan kemampuan akan diperketat.
Dirinya sangat setuju dengan diperketatnya cek kesehatan untuk jamaah haji. Mengingat hal yang kerap muncul di Arab Saudi adalah masalah kesehatan. Semua calon jamaah haji wajib melakukan cek kesehatan.
“Data ini memang sudah masuk proses pelunasan, tapi yang melunasi belum ada, masih dalam proses
istitha’ah. Tapi kami sangat setuju dengan diperketatnya istitha’ah ini, karena ini sering menjadi masalahyang sering muncul. Mau muda, dewasa dan lansia harus lulus istitha’ah baru pelunasan,” katanya.
Sementara Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) tahun 2026 secara nasional mengalami penurunan rata-rata Rp 2 juta. Khusus embarkasi Lombok BIPIH berkurang Rp 1,5 juta.
Terpisah, Kepala Kemenag Lotim Shulhi menyampaikan, semua persoalan haji dan umrah saat ini menjadi urusan Kementerian Haji dan Umrah setelahpisah dari Kementerian Agama. Namun hal ini tidakberpengaruh terhadap proses pemberangkatan.
“Mungkin sudah dipertimbangkan, sistem danperangkatnya memang masih menggunakan sistemyang dulu. Perangkat yang digunakan juga diambillangsung dari Kemenag. Jadi tidak terlalu berpengaruh,” singkatnya. (par/r7)
Editor : Prihadi Zoldic