Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

TP PKK NTB Ajak Semua Pihak Menggali Akar Masalah Stunting

Supardi/Bapak Qila • Minggu, 7 Desember 2025 | 20:52 WIB

 

Penyerahan penghargaan dari Menteri Kemendikbangga RI / BKKBN kepada Ketua TP. PKK Provinsi NTB.
Penyerahan penghargaan dari Menteri Kemendikbangga RI / BKKBN kepada Ketua TP. PKK Provinsi NTB.

LombokPost - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan TP PKK Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menggelar kegiatan kolaboratif bertajuk Bebas Stunting Mendunia (Menyehatkan Desa untuk NTB, Ibu dan Anak), dalam rangka mempercepat penurunan stunting.

Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta Aghatia Iqbal, dalam sambutannya menyoroti tingginya angka stunting di Desa Tetebatu. Karena itu ia mengajak semua pihak untuk menggali lebih dalam akar masalah dan mencari solusi yang tepat.

"Kunci utama keberhasilan program penurunan stunting ini ialah dengan melibatkan kader di lapangan secara lebih intensif," ujar Sinta Aghatia, saat menghadiri kegiatan kolaboratif bertajuk Bebas Stunting Mendunia di Desa Tetebatu, Minggu (7/12).

Pelibatan kader bertujuan agar intervensi penanggulangan stunting dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga provinsi lebih tepat sasaran dan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia mengingatkan, para ibu yang memiliki bayi, pentingnya mengurus anak. Saat ini waktunya ibu-ibu yang memiliki bayi untuk lelah, sehingga ia berharap agar para ibu-ibu lebih bersabar mengurus anak meskipun terasa capek. 

"Sekarang memang sedang waktunya ibu-ibu untuk capek, ngurus anak itu pahala makanya nanti dapatnya surga,” ujarnya.

 Baca Juga: Target Ambisius Kota Mataram: Prevalensi Stunting 0% di Tahun 2026 Melalui Inovasi 'Orang Tua Asuh'

Ia meminta agar para orang tua aktif mencari informasi gizi agar asupan gizi anak terpenuhi, agar angka stunting di Lotim dapat segera turun signifikan.  

Sementara itu, Ketua TP PKK Lotim Ra’yal Ain Warisin mengatakan Pemkab Lotim akan terus berkomitmen untuk percepatan penurunan stunting. Program pencegahan stunting di Lotim menerapkan pendekatan menyeluruh.

"Pencegahan stunting di Lotim sejalan dengan tema bebas Stunting mendunia, yang implementasinya mulai dari pusat hingga ke dusun-dusun," katanya.

Hal itu kata dia dapat dilihat dari pendampingan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki wilayah binaan stunting masing-masing. Saat ini, terdapat enam kecamatan yang menjadi fokus pembinaan, termasuk Kecamatan Sikur. 

"Inilah bentuk dari kepedulian kami, pemerintah daerah, terhadap masalah stunting di Lotim," tutupnya. 

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Lalu Makripuddin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi melalui program ini, khususnya yang dilaksanakan di Desa Tete Batu, Kecamatan Sikur. 

"Kita sangat bersyukur, di Tete Batu alhamdulillah semangat Bebas Stunting Mendunia ini sudah terasa," ujarnya.

Urgensi pencegahan stunting, bukan hanya sebagai masalah kesehatan, tetapi juga sebagai ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

"Yang namanya stunting harus dicegah, karena jika anak stunting maka IQ-nya akan rendah, dan ketika dewasa dia juga sering sakit-sakitan,” terangnya.

Dalam upaya pencegahan, Ditekankan pendampingan yang intensif dari keluarga, karena tingkat keberhasilannya mencapai sekitar 45 persen.

Kolaborasi Bebas Stunting Menduni ini diharapkan membawa energi baru, memicu semangat pertemuan dan gotong royong di desa-desa. 

"Jika ini kita lanjutkan, maka Insyaallah stunting di NTB dapat dicegah, karena masyarakat di desa-desa memiliki semangat baru untuk bertemu," tambahnya.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya fokus pada diskusi di balik meja, tetapi seluruh pihak turun langsung melayani masyarakat secara konsisten.

 Ia juga berharap agar gerakan pencegahan stunting tidak berhenti di sini. Selain menghindari dampak buruk kehamilan yang terlalu dekat, gerakan ini perlu diperluas sebagai gerakan perbaikan lintas generasi.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan dari Menteri Kemendikbangga RI / BKKBN kepada Ketua TP. PKK Provinsi NTB. Selain itu, sebagai simbol komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan. (par)

Editor : Prihadi Zoldic
#TP PKK #Lotim #Stunting