Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Baru Terbentuk, Museum Desa Sakra Berhasil Sabet Juara dalam Lomba Museum Tingkat Provinsi

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 11 Desember 2025 | 09:39 WIB
PJ Kades Sakra bersama pengelola Museum Desa Sakra sata menerima penghargaan dari Museum Provinsi NTB
PJ Kades Sakra bersama pengelola Museum Desa Sakra sata menerima penghargaan dari Museum Provinsi NTB

LombokPost - Museum Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Lombok Timur (Lotim) berhasil meraih juara tiga dalam Lomba Museum Desa yang diselenggarakan oleh Museum NTB.  

Pengelola Musim Desa Sakra Lalu Romi Agustana Sakraji menyampingkan bahwa museum desa Sakra baru saja dibentuk beberapa bulan lalu. Meski masih sangat baru, museum desa Sakra terpilih mewakili Lotim untuk mengikuti lomba museum terbaik NTB.

"Alhamdulillah ini awal yang sangat baik bagi Museum Desa Sakra. Museum yang baru dibentuk ini langsung meraih juara 3 lomba museum tingkat provinsi NTB," Ujar Romi.

Romi menyebut pembentukan museum desa ini digagas oleh pemuda yang tergabung dalam paguyuban Sakra Millenial Bekerisan pada awal bulan Agustus 2025 lalu. Dengan melihat banyaknya benda-benda sejarah yang ada di tengah masyarakat.

"Banyak masyarakat kita yang tidak tahu cara merawat benda-benda pusaka atau peninggalan orang tua kita dulu, sehingga dengan adanya museum ini kita akan rawat dan jaga benda-benda bersejarah itu disini," terangnya.

Benda-benda tersebut sebelumnya tersebar di rumah masyarakat. Mulai dari senjata tradisional, seperti keris, tombak, alat pertukangan, pertanian, pelengkap masak, kain, hingga tempat makan dan peti baju zaman kerajaan.

Selain benda-benda, di museum ini juga dipajang sosok pemimpinnya desa Sakra sejak tahun 1939 silam. Benda-benda bersejarah ini diperkirakan saat ini sudah berumur ratusan tahun. 

"Masih banyak benda-benda sejarah yang tersebar di masyarakat, namun belum kita ambil, dan masukan di museum ini karena tempatnya masih sangat terbatas,"katanya.

Pendirian Museum Desa Sakra ini, juga lahir karena kebutuhan untuk menjaga peninggalan leluhur dari resiko kerusakan, kelalaian, atau kehilangan seiring berjalannya waktu. Sehingga pemuda dan pegiat budaya desa menyadari bahwa banyak benda bersejarah dan artefak lokal yang dimiliki masyarakat tidak terawat dengan baik karena keterbatasan pengetahuan mengenai konservasi.

"Museum ini bertujuan untuk menyediakan akses terbuka dan terstuktur bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk dapat melihat, menyentuh, dan mempelajari langsung sejarah yang terkandung dalam setiap artefak," tutupnya.

Sementara itu, PJ Kepala Desa Sakra Zainul Arifin menambahkan keberadaan museum desa ini akan menjadi tempat belajar bagi anak-anak muda di Desa Sakra. Mengingat anak-anak sekarang banyak yang tidak mengetahui sejarah desa mereka. 

"Di musim ini nanti yang kita tampilkan itu akan menampilkan sebuah sejarah yang menggambarkan desa Sakra. Banyak anak-anak kita yang tidak mengenal benda-benda sejarah, kebanyakan mereka kenal benda-benda moderen," katanya. 

Untuk kelangsungan museum ini, Pemdes Sakra berkomitmen mensupport biaya untuk pengelolaan museum. Bahkan desa telah menyiapkan tempat yang lebih luas untuk dijadikan sebagai museum desa. 

Atas prestasi yang ditorehkan ini, Pemdes Sakra sangat mengapresiasi dan siap untuk mendukung keberadaan Museum Desa Sakra. Diharapkan museum desa Sakra bisa menjadi contoh bagi desa lain.

"Kami sangat mengapresiasi ataa prestasi ini. Semoga Museum Desa Sakra terus maju dan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam melestarikan warisan budaya dan sejarah lokal," ujarnya.

Prestasi ini juga menunjukkan komitmen dan kerja keras tim Museum Desa Sakra dalam melestarikan dan mempromosikan warisan budaya lokal.

Editor : Siti Aeny Maryam
#museum desa #museum #budaya #tradisional #benda sejarah