Lombokpost - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) memberikan bantuan satu set drone thermal dan peralatan rescue kepada Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Bantuan tersebut untuk mempercepat proses evakuasi jika terjadi kecelakaan di Gunung Rinjani.
“Termasuk untuk melakukan pengawasan kawasan Taman Nasional, serta pemantauan aktivitas pendakian di Rinjani,” terang Kepala Subbagian Tata Usaha BTNGR Astekita Ardiaristo, Senin (22/12).
Astekita menjelaskan, drone tersebut memiliki teknologi thermal yang mampu mendeteksi suhu tubuh manusia dan hewan. Drone ini juga dilengkapi sistem positioning dengan tingkat akurasi hingga sentimeter.
“Drone thermal ini juga dilengkapi real time kinematic (RTK) yang memungkinkan pemetaan dan penentuan posisi secara presisi,” imbuhnya.
Drone ini didukung sumber daya listrik yang fleksibel karena memiliki power bank berbasis tenaga angin. Dengan demikian, operasional drone tetap dapat dilakukan di kawasan terpencil tanpa khawatir kehabisan daya.
Jangkauan drone dapat mencapai lebih dari dua kilometer, tergantung kondisi medan dan lokasi kejadian. Penggunaan drone thermal ini diharapkan membuat proses penanganan darurat menjadi lebih optimal karena dirancang khusus untuk kebutuhan evakuasi.
Baca Juga: Rinjani Rehat Sejenak, Jalur Pendakian Ditutup Awal 2026
“Selain drone, kami juga menerima bantuan peralatan SAR lengkap, mulai dari tandu, tali, hingga perlengkapan rappelling. Peralatan itu kita tempatkan di sejumlah titik strategis seperti Pos Pendakian Sembalun, Pelawangan, dan beberapa shelter di jalur pendakian Rinjani. Dronenya akan ditempatkan di BTNGR Resort Sembalun,” tutupnya.
Kasi PTN Wilayah II TNGR Maruf Hadi menambahkan, sejak kejadian terjatuhnya pendaki perempuan asal Brasil Juliana Marin, BTNGR melakukan pembaruan SOP pendakian serta penerapan program zero waste atau pendakian bebas sampah di Rinjani.
“SOP pendakian sudah kita update, kemudian juga SOP pencarian pertolongan dan evakuasi (P2E),” terangnya.
Baca Juga: Operasi Antik Rinjani 2025, Polres Lombok Tengah Tangkap 14 Pengedar Narkoba
Selain SOP pendakian, sejumlah sarana dan prasarana juga telah diperbarui. Fasilitas yang ditingkatkan meliputi railing, tangga, perbaikan jalur, penambahan toilet, serta penyediaan alat evakuasi dan drone thermal di Resort Sembalun. Termasuk pula peningkatan kapasitas tim melalui pelatihan mountain rescue.
Diakui, akibat cuaca ekstrem belakangan ini sejumlah jalur pendakian mengalami kerusakan bahkan longsor di beberapa titik. Namun pihaknya telah melakukan upaya perbaikan.
“Ada beberapa jalur yang terlihat cukup berbahaya, tetapi relatif masih bisa dilewati. Itu nanti menjadi salah satu fokus kita untuk dilakukan perbaikan,” tutupnya.
Editor : Marthadi