Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Dusun Aik Beta Lombok Timur Bangun Jembatan Bambu

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 31 Desember 2025 | 13:13 WIB
Seorang warga Dusun Aik Beta Desa Perigi sedang berjalan di jembatan bambu yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat, untuk memperlancar aktivitas sehari-hari.
Seorang warga Dusun Aik Beta Desa Perigi sedang berjalan di jembatan bambu yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat, untuk memperlancar aktivitas sehari-hari.

Lombokpost-Warga Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur terpaksa membangun jembatan menggunakan bahan seadanya secara swadaya.

Langkah ini dilakukan karena jembatan sementara yang dijanjikan pemerintah belum juga dibangun.

“Pembuatan jembatan ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Karena sejak terputusnya jembatan itu aktivitas warga cukup terganggu. Dulu (November, Red) dijanjikan 3-4 hari akan dibangun jembatannya tapi sampai sekarang belum juga dibangun,” terang Jupli, salah seorang warga Dusun Aik Beta.

Untuk memperlancar aktivitas warga pascajembatan utama terputus akibat diterjang arus sungai, warga Dusun Aik Beta membangun jembatan bambu sepanjang sekitar tiga meter di tengah sungai.

Namun, jembatan tersebut dinilai cukup berbahaya karena berada tepat di aliran sungai.

Terlebih, anak-anak yang bersekolah dan mengaji setiap hari harus melewati jembatan itu.

Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan keselamatan mereka apabila debit air sungai tiba-tiba meningkat.

“Yang kami takutnya saat melewati jembatan di tengah sungai itu tiba-tiba airnya besar dan membahayakan anak-anak, terutama yang pulang pergi mengaji malam hari,” katanya.

Keberadaan jembatan bambu itu dinilai cukup membantu masyarakat, meskipun diakui tidak dapat bertahan lama.

Pembangunan jembatan darurat tersebut juga menjadi bentuk kekecewaan warga setempat karena hampir satu bulan aktivitas masyarakat terganggu.

“Kami harap pemerintah bisa secepatnya mendatangkan Jembatan Bailey yang dijanjikan sebelumnya, agar aktivitas masyarakat kembali normal seperti sediakala,” katanya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Lotim Lalu Muliadi menyampaikan pembangunan Jembatan Bailey tersebut dalam waktu dekat segera terealisasi.

Bahkan pada Selasa, BPBD NTB tengah menjemput rangka jembatan ke Bali.

“Hari ini sedang dalam penjemputan rangka jembatannya ke Bali oleh BPBD Provinsi NTB selaku leading sektor,” terangnya.

Rangka jembatan tersebut diharapkan segera tiba dan bisa langsung dipasang. Pemasangan ditargetkan awal Januari 2026 sehingga dapat dilalui kembali oleh masyarakat Dusun Aik Beta.

Sementara itu, ia mengapresiasi pembangunan jembatan sementara yang dilakukan warga menggunakan bambu.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi upaya antisipasi potensi banjir susulan serta memastikan masyarakat tidak terisolasi.

“Bagus itu, artinya ini sebagai upaya agar transportasi publik tidak terputus dan aktivitas bisa berjalan,” tutupnya. (par/r7)

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#jembatan #jembatan putus #Lotim #Perigi